Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Golkar, PAN Dan NasDem Satu Suara
PKB Enggan Bahas Koalisi Permanen
Selasa, 9 Desember 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum bisa bersikap terkait ajakan membangun koalisi permanen dan mendukung Presiden Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mengungkapkan, PKB belum bisa bersikap terkait ajakan membangun koalisi permanen dan mendukung Presiden Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029. Menurutnya, PKB kini memprioritaskan penanganan bencana.
“Kami menghargai dinamika politik, tetapi melihat situasi hari ini, sebaiknya semua pihak fokus dulu pada upaya penanganan bencana di Sumatera,” ujar Jazilul di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Politisi yang akrab disapa Gus Jazil itu menilai, usulan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, mengenai koalisi permanen kurang tepat dari sisi momentum. Dia menegaskan, perhatian utama negara saat ini adalah penyelamatan warga dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Baca juga : Kampus Bisa Hapus UKT
“Hampir seribu warga meninggal dunia, ratusan masih hilang, dan puluhan ribu orang kehilangan rumah serta hidup di pengungsian. Rasanya kurang pas jika kita meributkan keberlanjutan kekuasaan dan koalisi permanen,” katanya.
Jazil mengatakan, bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh telah menyebabkan kerusakan luas. Ratusan kilometer jalan dan jembatan terputus, belasan rumah sakit tidak berfungsi, dan ratusan sekolah rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Bahkan, kata Jazil, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa pemulihan total wilayah terdampak membutuhkan anggaran hingga Rp 51 triliun.
“Dalam situasi nasional yang sangat berat ini, seharusnya seluruh kekuatan politik bersatu membantu rakyat, bukan memperdebatkan koalisi permanen atau tidak permanen,” tegasnya.
Baca juga : BUMN dan Negara Dorong Event Olahraga Sebagai Kebijakan Strategis
Gus Jazil menegaskan, kondisi koalisi partai pendukung Pemerintah saat ini tidak menghadapi persoalan serius. Dia mengatakan, hingga kini tidak ada partai politik yang keluar dari koridor kebijakan Presiden Prabowo. Jika pun ada persoalan, kata dia, hanya soal komunikasi dan bisa diselesaikan bersama.
“Jadi, kalau kemudian ada reaksi berlebihan hingga menariknya ke isu komitmen koalisi terhadap pemerintahan, menurut kami itu terlalu jauh,” ujarnya.
PKB, kata Jazil, menyarankan agar seluruh sumber daya nasional diarahkan untuk menuntaskan masa tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera. Termasuk juga, kata dia, antisipasi atas potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi.
“BMKG menyampaikan cuaca ekstrem masih akan terjadi dalam waktu dekat. Semua pihak harus siaga dan mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologis besar seperti yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” katanya.
Baca juga : SDM Industri Mampu Jadi Penggerak Inovasi Digital
Vokalis PKB di Senayan itu menegaskan, PKB terus mengawal penanganan bencana dan memastikan Pemerintah memberikan perhatian penuh kepada para korban. Dia mengajak, untuk sama-sama menjadikan keselamatan rakyat dan percepatan pemulihan Sumatera sebagai prioritas utama.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya