Dark/Light Mode

IPCC Cetak Laba 28,42 Persen, Dirut: Perusahaan Kuat dan Bebas Utang

Selasa, 9 Desember 2025 17:39 WIB
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Sugeng Mulyadi memberikan paparan di acara Media Expose PT Pelindo Multi Terminal (SMPT), di Gedung Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/12/2025). (Foto: Nana/RM)
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Sugeng Mulyadi memberikan paparan di acara Media Expose PT Pelindo Multi Terminal (SMPT), di Gedung Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/12/2025). (Foto: Nana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal, membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang triwulan ketiga 2025. Perusahaan pelat merah ini mencatat kenaikan signifikan pada pendapatan dan laba bersih.

Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi menjelaskan, pendapatan perseroan naik 12,67 persen menjadi Rp 660,24 miliar. Sementara laba bersih melonjak lebih tinggi, yakni 28,42 persen atau setara Rp 190,30 miliar.

“Kalau beli saham IPCC, setiap tahun akan tumbuh terus. Kami punya kinerja yang lebih optimal dari tahun ke tahun dengan margin 28,42 persen,” ungkapnya, dalam Media Expose SPMT Group, di Terminal Kendaraan Indonesia, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Sugeng menekankan kesehatan finansial perseroan. Ia menegaskan, hingga saat ini IPCC tidak memiliki utang. “IPCC cukup sehat dan strong,” tegas Sugeng.

Baca juga : Satgas PKH Jerat 71 Perusahaan Sawit dan Tambang Dengan Denda Rp 38,6 Triliun

Secara operasional, Sugeng memaparkan kinerja branch Jakarta hingga Oktober 2025. Tercatat arus kapal sebanyak 883 call, arus mobil 524.336 unit, arus alat berat 11.006 unit, serta arus truk dan bus mencapai 25.685 unit. Sementara di terminal satelit, arus kapal tercatat 2.041 call, arus mobil 232.971 unit, arus alat berat 15.716 unit, dan arus truk/bus 170.898 unit.

Untuk langkah ekspansi, Sugeng menyebut IPCC mengusung strategi integrated auto solutions. Strategi ini mendorong inovasi melalui digitalisasi demi efisiensi proses dan biaya, sehingga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

“Ada dua jenis ekspansi. Pertama, ekspansi vertikal, yakni car distribution management, dan ekspansi horizontal, yakni car terminal network. Kedua ekspansi ini dibangun bersama-sama untuk meningkatkan efisiensi logistik kendaraan,” tutur Sugeng.

Ia menjelaskan, ekspor kendaraan dari Indonesia kini menjangkau Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Ekspor ke Timur Tengah mengalami kenaikan signifikan.

Baca juga : Pemulihan Listrik Sumut Tembus 98,61 Persen, PLN Pacu Perbaikan Sibolga–Tapteng

“Kenapa Timur Tengah banyak, karena MBS (Mohammed bin Salman) sebagai Perdana Menteri Arab Saudi sudah membuka relaksasi wanita bisa mengendarai mobil sendiri,” paparnya.

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan IPCC kini fokus mengembangkan layanan terintegrasi, mulai dari pusat pengiriman awal (pre-delivery center/PDC), inspeksi, penambahan aksesori, layanan perawatan ringan, hingga distribusi kendaraan ke dealer.

Dari sisi operasional pelabuhan, Sugeng menyampaikan bahwa IPCC terus memperluas digitalisasi proses pelayanan dan dokumen kepelabuhanan melalui integrasi dengan sistem Pelindo. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pergerakan kendaraan.

“Dengan digitalisasi dan integrasi layanan, idle time kendaraan di pelabuhan bisa dikurangi, post stay (waktu berlabuh total) dan cargo stay (durasi barang di pelabuhan) menjadi lebih pendek, sehingga biaya logistik dapat ditekan,” jelas Sugeng.

Baca juga : Penyebab Banjir Sumatera, 12 Perusahaan Masuk Bidikan

Di tempat yang sama, Direktur Operasional Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto menegaskan, Pelindo sebagai perusahaan jasa selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, termasuk kepada pengguna layanan IPCC.

“Kapal-kapal tidak perlu menunggu lama di dermaga pelabuhan. Lalu soal cargo stay-nya. Karena ini kaitannya dengan cost dan akan menurunkan logistic cost,” ujar Arif.

Untuk mencapai hal itu, Arif menyebut Pelindo melakukan transformasi dan standarisasi operasi. Ia mengakui, program transformasi dan standarisasi mudah dijelaskan tetapi sulit dijalankan.

Arif menegaskan, upaya Pelindo Grup, khususnya di IPCC, bertujuan memberikan kontribusi terbaik dengan mendukung program pemerintah, terutama dalam sektor logistik kendaraan. “Mobil itu sensitif karena terkait pertumbuhan ekonomi,” pungkas Arif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.