Dark/Light Mode

Genjot Koordinasi Lintas Kementerian

Indonesia Percepat Proses Aksesi OECD

Jumat, 12 Desember 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Deputi Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) František Ružička (kedua kanan) dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan keterangan terkait perkembangan proses aksesi OECD Indonesia di Jakarta, Kamis (11/12/2025).  Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Deputi Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) František Ružička (kedua kanan) dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan keterangan terkait perkembangan proses aksesi OECD Indonesia di Jakarta, Kamis (11/12/2025). Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM

 Sebelumnya 
Airlangga menambahkan, keanggotaan OECD akan membantu Indonesia memperkuat posisi menghadapi ketidakpastian global. Termasuk dalam perdagangan internasional.

“Indonesia dilihat sebagai negara yang visible di tingkat global, termasuk dalam berbagai pertemuan internasional dan kunjungan kenegaraan,” katanya.

Mantan Menteri Perindustrian itu juga menegaskan, Pemerintah terus mempercepat agenda reformasi, di antaranya penyederhanaan birokrasi serta percepatan program nasional.

Baca juga : Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Ditunda Lagi

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satunya. Program ini mampu menjangkau hampir 44 juta penerima dalam setahun,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia tengah mempersiapkan diri menuju konvensi antisuap internasional OECD.

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk masuk di dalam konvensi anti bribery international, dengan KPK sebagai leading sector,” ungkap politisi Partai Golkar itu.

Baca juga : Bupati Lampung Tengah Terima Suap Rp 5,75 Miliar

Ružička menegaskan, peluang Indonesia untuk mencapai keanggotaan penuh OECD cukup besar. Menurut dia, kecepatan aksesi bergantung pada kemampuan Pemerintah Indonesia menyesuaikan regulasi, mengomunikasikannya kepada masyarakat, dan memastikan implementasi berjalan efektif.

“Kecepatan proses ini sangat bergantung pada kemampuan kedua pihak dan kemampuan Pemerintah Indonesia mengadopsi peraturan, mengomunikasikannya kepada masyarakat dan menerapkan seluruh ketentuan,” ujarnya. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 12 Desember 2025 dengan judul "Genjot Koordinasi Lintas Kementerian Indonesia Percepat Proses Aksesi OECD"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.