Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kisah UMKM Medco: Dari Tiga Sarang Lebah hingga Omzet Jutaan Rupiah
Jumat, 12 Desember 2025 16:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah hiruk pikuk Festival Pojok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) MedcoEnergi 2025 di Jakarta, Muhammad Nur dan Bustam hadir membawa kisah sukses yang terajut dari ketekunan lokal dan dukungan korporasi.
Keduanya adalah contoh nyata bagaimana pendampingan yang tepat mampu mengubah usaha mikro di wilayah operasional PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi), dari sekadar subsisten menjadi penggerak ekonomi yang mandiri.
Lompatan Hasil di Aceh Timur
Muhammad Nur, pelaku UMKM dari Aceh Timur, telah menjadi salah satu cerita keberhasilan di Blok A, wilayah operasi PT Medco E & P Malaka, anak perusahaan dari MedcoEnergi yang beroperasi di sektor hulu minyak dan gas (migas).
Perusahaan ini mengelola Blok A yang berada di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Usaha madu yang dirintisnya sejak 2018 hanya dimulai dengan tiga sarang lebah.
Hasilnya pun minim, rata-rata hanya 6-7 liter madu per panen. Namun, kehadiran MedcoEnergi mengubah peta produksi.
“Setelah ada Medco, kami mulai mencari sarang dan meningkatkan produk. Di 2019, kami dibentuk kelompok dasar oleh Medco,” tutur Nur saat ditemui Rakyat Merdeka di lokasi pameran, Jumat (12/12/2025).
Direktur Usaha Budidaya Jamur Tiram Putra Syuhada, Muhammad Nur (kanan), bersama Rahmi, pendamping kelompok UMKM dari PT Medco E & P Lematang. (Foto: Fazry/RM.id)
Dukungan Medco tidak hanya berupa dana, tetapi juga infrastruktur dan peningkatan kapasitas. Nur menerima bantuan alat panen, mesin, baju pelindung, hingga pelatihan intensif.
Hasilnya mencengangkan: kini kelompoknya mengelola 130 sarang lebah dan mampu menghasilkan 40-60 liter madu sekali panen. Peningkatan ini hampir 20 kali lipat.
Setelah kelompoknya dinilai mandiri pada 2019, Nur dan rekan-rekannya memecah kelompok untuk membangun bisnis masing-masing. Harga jual produk madu mereka kini mencapai Rp 200.000 hingga Rp 400.000 per liter untuk grosir, dan Rp 600.000 hingga Rp 700.000 per liter untuk eceran.
Pemasarannya pun telah menjangkau Medan, Banda Aceh, hingga Nagan Raya. “Belum dijual online, baru dijual lewat media sosial. Setelah dari sini, kami mau buat TikTok,” kata Nur optimistis, menambahkan bahwa produknya sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, serta sedang dalam proses paten.
Selain madu, Nur juga mengembangkan Jamur Tiram. Dimulai pada 2020 dengan 800 baglog (media tanam jamur), kini usahanya berkembang hingga 2.000 baglog dan sempat mencapai 4.000 baglog.
"Bantuan rumah produksi dan pendampingan ilmu dari Medco berhasil mengatasi kendala produksi," kata Muhammad Nur yang juga Direktur Usaha Budidaya Jamur Tiram Putra Syuhada.
Jika sebelumnya hanya panen 3-6 kilogram, kini ia menghasilkan 30-40 kilogram jamur segar per panen dari 2.000 baglog, dengan harga jual Rp 35.000 per kilogram.
Pagar Seng Penyelamat di Sumatera Selatan
Baca juga : Menteri Ara Sebut Media Sangat Penting Sukseskan Program 3 Juta Rumah Prabowo
Kisah serupa datang dari Bustam, pelaku UMKM madu kelulut dari Muara Enim, Sumatera Selatan. Bustam telah bergerak di bidang madu hutan sejak 1997, dan mulai dibina PT Medco E & P Lematang pada 2016.
PT MedcoE & P Lematang adalah salah satu unit operasi hulu migas milik MedcoEnergi yang beroperasi di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Perusahaan ini mengelola lapangan migas di wilayah Blok Lematang.
Pelaku UMKM madu kelulut dari Muara Enim, Sumatera Selatan, Bustam. (Foto: Fazry/RM.id)
Bustam mengungkapkan, usaha yang dikelola 12 orang ini pernah menghadapi tantangan ekstrem. Bustam bercerita, mereka kesulitan membuat kotak lebah, dan tantangan terberat datang dari alam.
“Dulu punya 500 kotak, sisa satu kotak. Habis dimakan beruang,” kenangnya saat ditemui Rakyat Merdeka di lokasi pameran, Jumat (12/12/2025).
MedcoEnergy merespons kebutuhan mendesak tersebut. Bustam dibantu dengan penyediaan kotak lebah, papan kayu, hingga pagar seng untuk melindungi sarang.
"Apa yang kami butuhkan, Medco support. Dibantu Medco pasang pagar seng. Beruang tidak bisa masuk. Kotak sekarang aman," ungkapnya.
Dukungan tersebut juga berdampak langsung pada pendapatan. Sebelum dibina, Bustam hanya menghasilkan sekitar 50 botol madu per bulan dengan omzet sekitar Rp 3 juta. Setelah pendampingan Medco, pendapatannya naik menjadi sekitar Rp 5 juta per bulan.

Bustam menyatakan, ia ingin terus memperluas usaha dengan menambah 200 kotak lebah kelulut, mengingat harga madu kelulut tinggi karena prosesnya yang sulit.
Kata dia, untuk mendapatkan madu satu botol membutuhkan waktu enam bulan dari tiga kotak. "Alhamdulillah kebantu ada MedcoEnergi," tutupnya.
Mendukung Pahlawan Ekonomi
Rahmi, pendamping kelompok UMKM dari PT Medco E & P Lematang, menegaskan bahwa dukungan ini adalah investasi untuk meningkatkan ekonomi di lingkungan operasi.
“Harapan saya bisa terus mendampingi dan mensupport lebih. Usaha UMKM mitra Binaan MedcoEnergi bisa lebih maju lagi sehingga bisa membuka peluang usaha kepada masyarakat, di lingkungan operasi,” ujar Rahmi.
Festival Pojok UMKM 2025 yang diselenggarakan selama tiga hari di The Energy Building, SCBD, ini menjadi arena bagi para mitra binaan Medco untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas.
Acara ini mencakup pameran produk, lokakarya Branding dan Positioning di Dunia Digital, hingga peluncuran CSR Hub dan Buku Program CSR MedcoEnergi, menegaskan komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan.
Baca juga : Kisah Awak Pertamina Antar Warga Aceh Yang Hilang Kontak Dengan Keluarga
Untuk diketahui, Festival Pojok UMKM 2025 digelar pada 10–12 Desember 2025 di The Energy Building, Jakarta.
Acara ini menampilkan 22 UMKM binaan dari seluruh wilayah operasi perusahaan, mulai dari onshore, offshore, Corridor, hingga unit bisnis Medco Power sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Festival dibuka oleh Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro, serta dihadiri oleh perwakilan SKK Migas, BRI, dan TikTok Shop by Tokopedia.
Kehadiran UMKM binaan ini mencerminkan upaya MedcoEnergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pelatihan, pendampingan usaha, akses permodalan, dan perluasan jalur pemasaran.
Dalam sambutannya, Hilmi Panigoro menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Perseroan.
“Mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat adalah bagian dari DNA MedcoEnergi sejak awal berdiri. UMKM yang kuat adalah fondasi ekonomi rakyat. Kami ingin warga di sekitar wilayah operasi dapat tumbuh, mandiri, dan berdaya saing. Pencapaian UMKM binaan MedcoEnergi hari ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut,” ujar Hilmi.
Perusahaan menilai, para pelaku UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan menjadi prioritas utama dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kontributor Terbesar PDB
Hilmi Panigoro menyatakan bahwa kontribusi UMKM jauh melampaui sektor-sektor usaha besar, sehingga mereka pantas disebut sebagai pahlawan ekonomi.
“Kelompok yang sangat penting buat ekonomi Indonesia, pelaku UMKM. Saya betul-betul bilang ini dari hati saya yang paling dalam,” ujar Hilmi.
Ia menekankan, “Karena Anda ini pelaku UMKM adalah kontributor terbesar buat PDB negara ini. Lebih dari 60 persen PDB kita ini datang dari UMKM. Bukan dari Medco, bukan dari Sinar Mas, bukan. Dari Anda ini. So, you are the hero, pahlawan ekonomi Indonesia.”
CSR sebagai Investasi
Hilmi Panigoro juga meluruskan pandangan terkait program CSR. Ia menyebut bahwa dalam lima tahun terakhir, prioritas utama program CSR Medco di lapangan adalah micro financing, yang bertujuan membangun lebih banyak UMKM.
“Buat saya CSR itu bukan beban, ini adalah investasi,” tegasnya.
Ia melanjutkan bahwa fungsi pelaku usaha, baik besar maupun UMKM, adalah sama: “Kita harus bikin bisnis yang untung, tumbuh, besar. Supaya apa? Kita bisa ciptakan lapangan kerja, bayar pajak setinggi mungkin, mendorong ekonomi. Supaya negara ini jadi sejahtera,” katanya.
Target Besar dan Fasilitas Permanen
Baca juga : UMKM Pertamina: Dari Lebah, Tuntun 3 Buah Hati Bisa Berkuliah
Meskipun mengapresiasi kerja keras tim, Hilmi mengungkapkan harapannya untuk peningkatan skala usaha dan partisipasi UMKM dalam kegiatan perusahaan.
“Tadi sejam pertama, ‘Wah, laku, Pak, 5 juta.’ Kok cuma 5 juta? Saya mau yang 50 juta,” katanya, mendorong peningkatan omzet. “Saya mau the next Festival UMKM ini ada 200 peserta. Dan jangan di sini, tempatnya harus lebih besar,” tambahnya, merujuk pada rencana lokasi festival berikutnya.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan peresmian fasilitas permanen. Setelah festival berakhir, Medco akan membuka pojok khusus bagi pelaku UMKM.
“Kami akan membuka Pojok UMKM di gedung The Energy di lantai B1. Jadi produk-produk yang ada di sini insyaallah akan ada semua,” tutupnya.
Pojok UMKM permanen ini diharapkan dapat menjadi “permanent outlook” bagi produk-produk UMKM.
Selama tiga hari, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan seperti Gula Aren Siwalan, Telur Asin Booster Farm (Sampang), Ikan Bilis Hijau dan Madu Kelulut (Natuna), Minuman Serbuk Herbal dan Beras Organik (Malaka), Madu Hutan, Minuman Lemon Sereh, Keripik Singkong Anggun, hingga Sambal Salai Gabus (Grissik).
Sebagai bagian dari rangkaian acara, MedcoEnergi juga meluncurkan buku “45 Cerita Baik”, yang memuat perjalanan inspiratif para pelaku UMKM dari berbagai daerah operasi.
Selain itu, Perseroan meresmikan Pojok UMKM, ruang pemasaran permanen bagi mitra binaan di lingkungan kantor MedcoEnergi.
Festival turut menghadirkan sesi dialog mengenai peluang dan tantangan UMKM dalam memperkuat ekonomi daerah dan nasional.
VP Relations & Security MedcoEnergi Arif Rinaldi menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci, agar UMKM makin berkembang.
“UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat serta menggerakkan ekonomi daerah. Melalui festival ini, kami membangun ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan pemangku kepentingan agar UMKM dapat naik kelas,” ujar Arif.
Melalui Festival Pojok UMKM, MedcoEnergi memperkuat komitmennya dalam menciptakan multiplier effect yang lebih luas melalui program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan perusahaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya