Dark/Light Mode

Mahfud MD: Demo Besar Protes Organik, Sayang Ditunggangi Perusuh

Kamis, 4 September 2025 11:18 WIB
Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD dalam tayangan YouTube Mahfud MD Official dilihat, Kamis (4/9/2025). Foto: Istimewa
Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD dalam tayangan YouTube Mahfud MD Official dilihat, Kamis (4/9/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai, demonstrasi besar beberapa hari selama akhir Agustus adalah protes organik publik. Sayang, aksi murni ini ditunggangi perusuh dan berujung ricuh.

Mahfud tak melihat, aksi ini dioorganisir serta direkayasa pihak asing dan dibiayai kelompok tertentu. "Iya kita boleh curiga. Tapi saya nggak percaya. Ini organik, betul-betul protes, meski kemudian ada yang menumpang," ujar Mahfud dalam tayangan YouTube Mahfud MD Official dilihat, Kamis (4/9/2025).

Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ini menyampaikan, saat demo organik selesai, menjelang malam, muncul demo oleh kelompok perusuh yang mengacau. "Itu tumpangan," sebutnya.

Di luar itu, Mahfud menilai, penyelesaian Pemerintah terhadap tuntutan rakyat masig sebatas langkah cepat alias quick win. Ini hanya meredam sementara.

Mahfud berharap keseriusan Pemerintah dan DPR menyelesaikan berbagai persoalan yang dikritik rakyat. "Misalnya janji tidak naik tunjangan, ini hanya sementara, tindak lanjutnya harus ada," tutur Mahfud.

Tindak lanjut itu, maksudnya, yakni penyelesaian fundamental dan menyeluruh. Seperti RUU Perampasan Aset dan penegakan kasus hukum secara transparan yang tak boleh ditunda lagi.

Baca juga : Mahfud MD: Silakan Kritik, Tapi Hindari Narasi Pembubaran DPR

Jika perbaikan fundamental tak dilakukan, kata Mahfud, protes dan kekecewaan rakyat ibarat api dalam sekam yang kapan saja dapat kembali membesar.

Diketahui, setelah berhari-hari demonstrasi di depan Gedung DPR, perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus dan organisasi kemahasiswaan akhirnya masuk ke dalam gedung wakil rakyat.

Mereka memenuhi undangan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Hadir perwakilan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Universitas Veteran Jakarta, hingga Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Hadir pula perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Pimpinan DPR yang menerima rombongan mahasiswa antara lain Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, dan Wakil Ketua DPR Cucun Syamsurijal.

Baca juga : Tolak Demo 28 Agustus Anarkis, Waspadai Ditunggangi Kelompok Kepentingan

Selama forum dialog ini, para mahasiswa menumpahka unek-uneknya. Dari mulai kebijakan Pemerintah, hingga curhat sikap DPR yang dikritik banyak pihak belakangan ini.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Dasco mengawalinya dengan menyampaikan permohonan maaf. Pihaknya berjanji akan mengevaluasi dan melakujan perbaikan lembaga DPR.

"Kami berdukacita atas berpulangnya Affan Kurniawan dan seluruh korban. Sebagai pimpinan, kami memohon maaf atas kekeliruan serta kekurangan sebagai wakil rakyat," ucao Dasco.

Diakui, permintaan maaf saja tak akan cukup. Dia berjanji, DPR akan melakukan perbaikan menyeluruh. "Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," janjinya.

Salah satunya, kata Dasco, tunjangan perumahan untuk wakil rakyat telah dihentikan sejak 31 Agustus 2025. Selain itu, DPR melakukan moratorium kunjungan ke luar negeri dan beragam efisiensi.

"Juga reformasi DPR yang akan dipimpin langsung oleh Ketua DPR Ibu Puan Maharani. Kami akan lebih baik dan transparan," janjinya lagi.

Baca juga : DPR Siap Tampung Aspirasi

Di luar itu, Dasco juga berjanji akan menanggapi tuntutan 17+8 yang viral disampaikan oleh aktivis hingga influencer di beragam platform media sosial. Dia bakal mengumpulkan pimpinan fraksi di DPR membahas ini.

"Sebagian yang disampaikan adik-adik BEM tadi juga termasuk di 17+8," kata Dasco usai menerima audiensi.

Sekadar informasi, gerakan rakyat dengan tuntutan 17+8 massif diunggah oleh sejumlah influencer hingga aktivis. Jika sebelumnya gerakan sosial ini identik dengan warna hitam dan biru, kali ini, gerakan bertajuk 17+8 Tuntutan Rakyat: Transparansi, Reformasi, disimbolkan dengan warna pink dan hijau berlatar hitam.

Isinya di antaranya, bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan dan pelanggaran HAM aparat selama demonstrasi 28-30 Agustus, dan hentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil dan mengembalikan TNI ke barak.

Selain itu, bebaskan seluruh demonstran yang ditahan dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran, bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPR, hingga dorong Badan Kehormatan DPR untuk periksa anggota yang melecehkan aspirasi rakyat, dan lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.