Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rempah RI Tembus AS Lagi Setelah Krisis Cs-137, BPOM Sukses Pulihkan Kepercayaan
Selasa, 16 Desember 2025 15:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali melepas ekspor rempah Indonesia ke Amerika Serikat setelah berhasil menuntaskan krisis kontaminasi radionuklida Cesium-137 (Cs-137). Pelepasan ekspor dilakukan langsung Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (16/12/2025).
Sebanyak delapan kontainer berisi cengkeh dan kayu manis dengan total volume 174 ton dan nilai sekitar Rp 14 miliar diberangkatkan menuju Amerika. Pengiriman ini menandai pulihnya akses pasar rempah Indonesia yang sebelumnya terdampak kebijakan pengawasan ketat otoritas pangan Negeri Paman Sam.
BPOM memastikan, seluruh komoditas yang diekspor telah memenuhi persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya, BPOM secara resmi ditunjuk sebagai Certifying Entity oleh US FDA dalam menjamin rempah Indonesia bebas dari cemaran radioaktif.
Baca juga : Bahlil Sambangi Lokasi Bencana, ESDM Gaspol Pulihkan Energi di Sumatera
Krisis bermula pada 2025, saat US FDA menerbitkan Import Alert 99-51 dan 99-52 menyusul temuan kontaminasi Cs-137 pada sejumlah produk pangan asal Indonesia, termasuk udang beku dan cengkeh. Sejak 31 Oktober 2025, FDA mewajibkan sertifikasi impor terhadap komoditas rempah dari wilayah Jawa dan Lampung.
Merespons hal tersebut, BPOM bergerak cepat dengan mengintensifkan pengawasan nasional sejak November 2025. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, meliputi pemeriksaan sarana produksi, pemindaian kontainer menggunakan Radioisotope Identification Device (RIID), serta pengujian laboratorium bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
BPOM juga menyusun dan menetapkan lima pedoman teknis nasional terkait pengendalian cemaran radioaktif dan skema sertifikasi ekspor. Pedoman tersebut diserahkan kepada pelaku usaha sebagai acuan pemenuhan standar ekspor ke Amerika Serikat.
Baca juga : 26 Pegawai Pajak Dipecat, Tomkur: Bisa Pulihkan Kepercayaan Publik
Pada periode November–Desember 2025, tercatat sebanyak 125 pengiriman rempah dipersiapkan untuk ekspor. Hingga 12 Desember 2025, sekitar 82 persen pengiriman telah selesai dipindai dan diuji, serta 37 sertifikat Shipment Specific Certificate (SSC) diterbitkan.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan keamanan produk dan memulihkan kepercayaan mitra dagang. Ini bukti bahwa Indonesia mampu menyelesaikan krisis dengan standar ilmiah dan pengawasan yang ketat,” ujar Taruna Ikrar.
Ia menegaskan, penunjukan BPOM sebagai Certifying Entity oleh US FDA merupakan pengakuan internasional atas kredibilitas sistem pengawasan pangan Indonesia. Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi lintas lembaga, termasuk Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), BRIN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Karantina Indonesia, Pelindo, serta Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Baca juga : Pemerintah Gercep Tangani Kontaminasi Radiasi Cs-137 di Kawasan Industri Cikande
Dengan kembali terbukanya akses pasar Amerika Serikat, BPOM memastikan Indonesia siap melanjutkan ekspor rempah dengan sistem pengawasan yang lebih kuat dan berkelanjutan guna memenuhi standar global yang terus meningkat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya