Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BTN Dan PPATK Sinergi Bedah Rumah Untuk 15 MBR Di 3 Kota
Rabu, 17 Desember 2025 16:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bersinergi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), memperbaiki rumah (bedah rumah) kepada 15 penerima manfaat di tiga lokasi, yakni Jakarta, Bekasi, dan Cianjur.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, program bedah rumah ini sekaligus menjadi dukungan nyata BTN terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Khususnya, target penyediaan tiga juta unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Bagi BTN, semangat ini sejalan dengan peran kami sebagai bank pembiayaan perumahan nasional,” ujar Nixon dalam seremonial program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bedah Rumah bertajuk ‘Rumah Bersih, Keuangan Bersih,’ di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Rabu (17/12/2025).
Nixon mengungkapkan, rumah bukan sekadar bangunan fisik. Hunian yang layak merupakan fondasi kehidupan yang sehat, aman, dan bermartabat bagi masyarakat. “Rumah merupakan fondasi kehidupan yang layak, sehat, dan bermartabat,” ujarnya.
Untuk itu, BTN memandang penting kolaborasi dengan PPATK agar pembangunan perumahan berjalan seiring dengan penguatan integritas keuangan.
Program ini sejalan dengan peringatan 23 tahun rezim Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) di Indonesia.
Selama lebih dari dua dekade, PPATK bersama para pemangku kepentingan telah menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
Baca juga : BP Taskin Perkuat Sinergi Nasional Untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan
“Kami tidak hanya berkomitmen memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan dilakukan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan berintegritas,” ujar Nixon.
Diakui Nixon, tantangan perumahan nasional masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di Jawa Barat baru sekitar 54,17 persen rumah tangga yang menempati rumah layak huni.
Sementara, sekitar 45,83 persen lainnya masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Artinya, hampir satu dari dua rumah tangga di Jawa Barat masih membutuhkan perhatian dan intervensi bersama,” ucapnya.
Melalui program Bedah Rumah tersebut, tegasnya, BTN dan PPATK berupaya menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
“Program ini bertujuan memperbaiki rumah tidak layak huni agar menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman,” kata Nixon.
Lebih dari sekadar perbaikan fisik, program ini juga membawa pesan penting bahwa masyarakat, khususnya MBR, perlu dilindungi tidak hanya dari keterbatasan hunian. Tetapi juga dari risiko transaksi keuangan ilegal, seperti judi online (judol), investasi bodong, maupun praktik pencucian uang.
Baca juga : BRIN dan Danantara Perkuat Sinergi Riset untuk Dorong Hilirisasi Nasional
“Hunian yang layak dan keuangan yang bersih merupakan fondasi bagi masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dikatakan Nixon, sinergi lintas institusi antara sektor keuangan, Pemerintah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berintegritas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Tahun 2026, kami berharap bisa memperluas program ini ke daerah-daerah lain dengan skala lebih besar,” ungkap Nixon.
Sementara itu, Ketua PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan, integritas seseorang berawal dari rumah. Dari cara seseorang hidup bersama keluarga, berinteraksi dengan pasangan, hingga mendidik anak-anaknya semua interaksi itu terjadi di dalam rumah.
PPATK memandang penting upaya menghadirkan hunian yang bersih, nyaman, dan layak bagi masyarakat.
“Rumah yang bersih bukan hanya berdampak pada kualitas hidup. Tetapi juga berpengaruh terhadap tertatanya keuangan keluarga di dalamnya,” ucap Ivan.
Dia menegaskan komitmen PPATK, terutama dalam menjaga integritas tidak hanya dilakukan melalui pengawasan dan analisis transaksi keuangan. Namun, juga diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Baca juga : Inovasi Ikan Asin, Sinergi Kampus Dan Masyarakat Pesisir Di Pesisir Kertajaya
Sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada PPATK agar menyelamatkan setiap uang rakyat, PPATK turut menjalankan program pembangunan rumah bagi masyarakat.
“Pesan Presiden Prabowo jelas kepada kami, selamatkan setiap uang rakyat. Karena itu, PPATK juga punya program membangun rumah seperti yang dilakukan BTN. Dananya berasal dari sumbangan gaji para pegawai,” katanya.
Ivan berharap, rumah yang dibangun dapat menjadi tempat yang bukan sekadar untuk berteduh. Tapi juga menjadi pusat kehidupan keluarga.
“Rumah yang layak dan penuh nilai integritas, akan lahir generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berdaya bagi bangsa,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya