Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indofarma Gelar RUPSLB 2025, Targetkan Pendapatan Naik 112% Pada 2026
Senin, 22 Desember 2025 17:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Indofarma Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2025 di Indonesia Health Learning Institute (IHLI) Bio Farma Group, Jakarta, Senin (22/12/2025). Dua agenda besar dibahas yaitu penyesuaian Anggaran Dasar dan pendelegasian persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
Pimpinan rapat yang juga Komisaris PT Indofarma Tbk Didi Agus Mintadi menyampaikan, RUPSLB merupakan bagian dari keterbukaan informasi kepada pemegang saham sekaligus langkah strategis untuk memperkuat proses restrukturisasi bisnis. "Pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar untuk menyesuaikan dengan UU No. 16/2025 terkait perubahan atas UU BUMN," kata Didi Agus, dalam keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).
Baca juga : Gelar RUPSLB, BNI Mantapkan Transformasi Dan Tata Kelola Di 2026
Selain itu, pemegang saham juga memberi mandat baru yakni persetujuan RKAP 2026 dapat didelegasikan kepada Dewan Komisaris setelah memperoleh persetujuan tertulis dari pemegang saham Seri B terbanyak.
Masih di lokasi yang sama, Perseroan menggelar Public Expose. Direktur Utama Sahat Sihombing dan Direktur Operasional Andi Prazos memaparkan kinerja hingga triwulan III-2025. Manajemen menyebut perseroan menjalankan pengelolaan bisnis sesuai portofolio berjalan, menata aktivitas produksi–distribusi, serta menekan biaya lewat penyesuaian struktur.
Baca juga : Bakal Gelar Musda, Hanura Jakarta Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD
Dampaknya mulai terlihat. Rasio beban usaha terhadap penjualan turun dibanding tahun lalu. Rasio rugi usaha juga membaik. “Kinerja menunjukkan tren perbaikan,” demikian garis besar laporan manajemen, dikutip dari siaran pers.
Memasuki tahun 2026, Indofarma bersiap mengeksekusi agenda restrukturisasi lanjutan sesuai Perjanjian Homologasi, dengan dukungan BP BUMN, Danantara Indonesia, dan PT Bio Farma selaku holding. Perseroan memasang target besar: pendapatan tumbuh 112% dibanding prognosis 2025.
Baca juga : Apresiasi Drusba Fest 2025, Bamsoet Dorong Penguatan Diplomasi Budaya RI-Rusia
Strateginya mencakup penyeimbangan portofolio bisnis, memperkuat kontribusi produk farmasi, mengembangkan produk kompetitif, menggencarkan kemitraan strategis, hingga optimalisasi ekspor. Di sisi operasional, Indofarma menerapkan lean manufacturing untuk merampingkan proses, memanfaatkan teknologi guna menekan biaya pabrikasi, serta menggenjot efisiensi di seluruh lini.
Manajemen menegaskan, semua inisiatif dilakukan dengan menjunjung Good Corporate Governance, termasuk pengendalian internal, manajemen risiko, dan kepatuhan regulasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya