Dark/Light Mode

Siklon Tropis Jauhi Indonesia, Pemerintah Tetap Waspada

Rabu, 24 Desember 2025 08:58 WIB
Ilustrasi Siklon Tropis Grant (Gambar: Dibuat dengan ChatGPT)
Ilustrasi Siklon Tropis Grant (Gambar: Dibuat dengan ChatGPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau lahirnya Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia barat daya Lampung. Saat ini, siklon tersebut bergerak menjauhi Indonesia. Namun, kemunculannya tetap diwaspadai Pemerintah.

Dalam keterangannya, BMKG menyebut Siklon Tropis Grant ini merupakan penguatan dari Bibit Siklon Tropis 93S yang pertama kali teridentifikasi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur sejak 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Saat ini, Siklon Tropis Grant berada pada kategori 1 dengan kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dan tekanan minimum 996 hPa. BMKG menyatakan, siklon tersebut bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

“Dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia sehingga tidak berpengaruh terhadap kondisi cuaca,” tulis keterangan BMKG, Selasa(23/12/2025).

Meski demikian, aktivitas siklonik ini tetap menimbulkan dampak tidak langsung. Terutama terhadap kondisi gelombang laut di wilayah pesisir selatan Indonesia.

Baca juga : Salah Konteks, Soal Tanam Sawit di Papua

BMKG mencatat adanya potensi peningkatan tinggi gelombang kategori sedang di sejumlah perairan, meliputi perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia barat Bengkulu, hingga selatan Jawa.

Pada Rabu (24/12/2025), Siklon Tropis Grant diperkirakan menguat menjadi kategori 2 dengan kecepatan angin maksimum mencapai 50 knot (95 km/jam), sembari terus bergerak ke arah barat laut, semakin menjauhi kepulauan Indonesia. Pergerakan ini berpotensi menimbulkan gelombang sedang di pesisir.

BMKG pun mengimbau masyarakat, khususnya pelaku operasional pelayaran dan aktivitas kelautan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi laut. “Bagi masyarakat di wilayah pesisir, diharapkan terus memantau informasi BMKG dan arahan mitigasi BPBD setempat,” imbau BMKG.

BMKG memastikan, informasi dan peringatan dini terkait dampak Siklon Tropis Grant akan terus diperbarui melalui kanal resmi, yakni aplikasi InfoBMKG, media sosial @infoBMKG, situs resmi www.bmkg.go.id, serta TCWC Jakarta.

Selain memantau Siklon Tropis, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem sepanjang 23 hingga 25 Desember 2025. Dalam periode ini, banyak wilayah Indonesia diprakirakan diguyur hujan sedang hingga lebat. Bahkan, di sejumlah daerah berpotensi menghadapi hujan sangat lebat yang berisiko memicu banjir dan bencana hidrometeorologi.

Baca juga : Pemerintah Fokus Perbaiki Jembatan dan Jalan

Wilayah yang diprakirakan terdampak cuaca ekstrem antara lain Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dua wilayah ini diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan. "Pada 25 Desember hujan sedang-lebat," tulis BMKG.

Di Jawa Timur, intensitas hujan diperkirakan meningkat signifikan pada hari ketiga prakiraan. Sementara itu, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat juga menjadi wilayah dengan potensi hujan tinggi. 

Adapun DKI Jakarta, Banten, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua diprakirakan menghadapi hujan sedang hingga lebat mulai hari ini sampai Natal.

BMKG menekankan bahwa cuaca ekstrem tersebut tidak hanya berupa hujan, tetapi juga dapat disertai angin kencang, serta berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di perairan tertentu.

Fenomena cuaca ekstrem ini dipengaruhi beberapa faktor atmosfer yang aktif, antara lain monsun Asia, seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia, serta keberadaan bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia bagian selatan.

Baca juga : Bantuan Ke Aceh, Sumut Dan Sumbar Terus Digelontorkan

Kombinasi faktor tersebut memicu peningkatan curah hujan, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia. Prakiraan BMKG juga menunjukkan bahwa pola cuaca ekstrem masih berlangsung hampir merata di berbagai provinsi, menandakan musim hujan yang masih aktif.

Guna memantau kondisi cuaca, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah berkoordinasi dengan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, di Kantor Sekretariat Kabinet, Senin (22/12/2025). 

"Salah satu bahasannya adalah mengenai prakiraan curah hujan dan kondisi cuaca selama masa libur akhir tahun,” tulis keterangan dari Instagram resmi Seskab @sekretariat.kabinet.

Dalam foto yang diunggah, Teddy nampak berbincang serius dengan Kepala BMKG dan jajarannya. Dalam pertemuan itu, BMKG menyampaikan hasil pemantauan terkini terkait potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, sekaligus langkah-langkah antisipasi yang telah disiapkan guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi. Selain itu, BMKG juga menaruh perhatian khusus pada wilayah Sumatera, terutama daerah-daerah yang sebelumnya terdampak bencana.

“BMKG terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk modifikasi cuaca untuk mencegah sebisa mungkin turun hujan tinggi yang tidak terkontrol di Sumatera, terutama daerah terdampak bencana,” tulis Seskab.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.