Dark/Light Mode

Cetak 7.691 SDM Berkualitas

Menperin Wujudkan Visi Asta Cita Bidang Industri

Jumat, 2 Januari 2026 06:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat fondasi pembangunan industri nasional melalui penyiapan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sepanjang tahun 2025, Kemenperin berhasil mencetak 7.691 SDM industri kompeten sebagai bagian dari implementasi Strategi Baru industrialisasi nasional. Menurut Agus, ketersediaan SDM unggul menjadi prasyarat utama percepatan industrialisasi nasional.

Asta Cita sebagai misi pembangunan nasional menekankan pembangunan manusia unggul, percepatan industrialisasi, hilirisasi berkelanjutan, serta transformasi digital dan inovasi teknologi.

Baca juga : Tahun Baru Tetap Meriah Tanpa Pesta Kembang Api

“Seluruh agenda tersebut mensyaratkan ketersediaan SDM industri yang kompeten sebagai penggerak utama,” kata Agus, dalam keterangan resmi Kemenperin, dikutip Kamis (1/1/2025).

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program strategis yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). Mulai dari pendidikan vokasi industri, pelatihan vokasi, hingga penguatan kompetensi industri 4.0.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyatakan, sepanjang 2025, unit pendidikan tinggi vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah Kemenperin meluluskan 5.386 lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur.

Baca juga : Pertama Di Indonesia, Pupuk Indonesia Group Bangun Pabrik NPK Nitrat

Lulusan vokasi Kemenperin dipersiapkan agar siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.

“Hasilnya, tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen pada saat setelah lulus dan akan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah waktu kelulusan,” ujarnya.

Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tingginya tingkat serapan lulusan turut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi industri.

Baca juga : Chelsea Pecat Maresca!

Doddy mengungkapkan, pada Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2025, tercatat 82,8 ribu pendaftar politeknik dan akademi komunitas serta 28,8 ribu pendaftar SMK. Rasio pendaftar politeknik dan akademi komunitas mencapai 1:18,2, sementara rasio pendaftar SMK mencapai 1:10.

Selain pendidikan formal, BPSDMI juga memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi. Sepanjang 2025, sebanyak 2.305 tenaga kerja industri dilatih melalui program di tujuh Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) industri, mencakup skilling, reskilling, upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan industri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.