Dark/Light Mode

Sinyal Iklim Pasar Modal RI Kian Kondusif

2 Perusahaan Jumbo Akan Melantai Di BEI

Selasa, 6 Januari 2026 06:30 WIB
Direktur Utama BEI Iman Rachman (tengah). (Foto: M Qori Halianad/RM)
Direktur Utama BEI Iman Rachman (tengah). (Foto: M Qori Halianad/RM)

 Sebelumnya 
“Kami percaya, agar tercapai visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder,” ujarnya. 

Pihaknya sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Masterplan BEI 2026- 2030 dapat terlaksana dengan baik, dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia. 

Selanjutnya, BEI menetapkan sejumlah target kinerja untuk tahun 2026. Salah satunya adalah Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) yang diproyeksikan mencapai Rp 15 triliun. Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi domestik maupun global. 

BEI juga membidik total 555 pencatatan efek sepanjang 2026, termasuk di dalamnya 50 perusahaan baru yang diharapkan melakukan IPO. 

Baca juga : Jakarta Dituntut Ketat Dan Efisien Kelola Anggaran

“Dari sisi partisipasi investor, BEI menargetkan penambahan sebanyak 2 juta Single Investor Identification (SID) baru,” harapnya. 

Menyoal ini, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat, memang perlu pertimbangan bagi BUMN untuk melakukan IPO tahun ini. 

Dia melihat, dalam gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di penghujung 2025, mayoritas BUMN melakukannya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas bisnis, serta perbaikan kinerja. 

“Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar ke depan. Termasuk menjadi pertimbangan IPO ke depan,” ucap Nafan kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : Inter Akhiri Kutukan Bologna

Nafan menilai, sebenarnya ada beberapa perusahaan pelat merah yang berpotensi menggelar IPO, yakni BUMN di sektor energi. 

“Selain PGE sebelumnya, Pertamina Hulu Energi memiliki sentimen positif seiring kebijakan Pemerintah yang menaruh perhatian besar pada ketahanan energi nasional,” katanya. 

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor hulu migas, perusahaan ini diperkirakan akan menjadi salah satu IPO strategis yang akan menarik minat investor institusi. 

Selanjutnya Inalum, imbuhnya, yang diyakini akan menjadi salah satu IPO bernilai jumbo yang paling dinantikan pasar. Di mana Inalum menjadi BUMN besar dalam industri logam strategis, yang sejalan dengan agenda industrialisasi nasional. 

Baca juga : Malaysia Open 2026, Perang Saudara Di Ganda Putra

“Salah satu pertimbangannya adalah, penetapan sektor baja sebagai salah satu proyek prioritas dalam agenda Danantara, bisa menjadi katalis utama bagi prospek Inalum ke depan,” tuturnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.