Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali gegerkan dunia. Dia memerintahkan pasukan elite AS Delta Force menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas tuduhan dalang penyelundupan narkoba. Para pemimpin dunia rame-rame bereaksi atas penangkapan tersebut.
Presiden Maduro ditangkap bersama istrinya Cilia Flores di rumah pribadinya di Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Sebelum penangkapan, militer AS yang dibantu CIA melakukan serangan sporadis ke sejumlah titik di Kota Caracas lewat serangan darat dan udara. Serangan itu menimbulkan ledakan hebat di pangkalan militer utama Fortuna di kota tersebut.
Di saat perhatian tertuju pada serangan, Operasi Absolute Resolve pun dengan mudah meringkus Maduro dan istri. Keduanya diseret dari kamar tidur tanpa perlawanan berarti dari Casa Militar (Paspampresnya Venezuela).
Penangkapan Maduro ini mengakhiri puncak dramatis dari tekanan berbulanbulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro. Selama berbulan-bulan, militer AS yang dibantu CIA mengumpulkan informasi dan menggelar latihan penangkapan Maduro dan istri. Delta Force bahkan membuat replika rumah persembunyian Maduro untuk memuluskan penangkapan tersebut.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyatakan bahwa Amerika telah melancarkan “serangan skala besar terhadap Venezuela”. Ia menekankan bahwa operasi militer ini dilakukan “bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS.”
“Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela,” tulis Trump dalam unggahannya.
Baca juga : Penuhi Kebutuhan Hidup, Korban Banjir Sumatera Putar Otak Cari Pekerjaan
Tak lama, Trump kembali memposting foto Maduro dalam tahanan di kapal angkatan laut AS, USS Iwo Jima.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditunjukkan ke publik usai ditangkap oleh pasukan elite Amerika Serikat (AS). (Foto: Instagram/whitehouse)
Gambar tersebut memotret kondisi Maduro beberapa jam setelah diculik pasukan AS. Tangan Maduro diborgol dan memegang botol air.
Selain diborgol, Maduro juga dipakaikan penutup mata, serta penutup telinga peredam suara. Ia mengenakan celana olahraga serta jaket abu-abu bermerek Nike. “Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Sabtu (3/1).
Sore harinya, pesawat yang mengangkut Maduro tiba di Pangkalan Udara Nasional Stewart, Kota New York. Selanjutnya, Maduro langsung dibawa dan ditahan di Metropolitan Detention Center Brooklyn untuk menunggu sidang dakwaan di Pengadilan Manhattan, pekan depan. Brooklyn merupakan penjara federal yang beroperasi di Kota New York.
Selama penahanan Maduro, Trump menyebut, AS akan memimpin Venezuela hingga terwujud transisi yang aman. Hanya saja, ia tak merinci sampai kapan akan menguasai Negeri Karunia tersebut.
“Kami tidak ingin berurusan dengan pihak lain yang sedang berkuasa, dan situasinya sama seperti yang telah kami hadapi selama bertahun-tahun terakhir. Karena itu, kami akan memimpin negara ini,” tegas Trump saat konferensi pers dari klub Mar-a-Lago miliknya di Florida.
Baca juga : KOI Apresiasi Dukungan Penuh Presiden Prabowo
Maduro yang dituduh Trump sebagai dalang penyelundupan narkoba dari Venezuela ke AS, akan menjalani dakwaan di pengadilan federal Manhattan, pekan depan atas tuduhan peredaran narkoba dan perdagangan senjata.
Kementerian Kehakiman AS membuka dakwaan baru terhadap Maduro, istri, dan anak-anaknya. Maduro telah didakwa dengan konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lainnya, serta konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap AS.
“Mereka akan segera menghadapi murka sepenuhnya dari hukum Amerika di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” tutur Jaksa Agung Muda AS Pamela Bondi dalam unggahan di akun X-nya, @AGPamBondi.
Sikap Trump mendapatkan protes dari pemimpin dunia, termasuk Venezuela. Wakil Presiden Venezuela yang baru saja ditunjuk menjadi Presiden sementara, Delcy Rodriguez menuntut AS segera membebaskan Maduro. Menurutnya, penangkapan tersebut sebagai penculikan, melanggar hukum internasional dan mengganggu wilayah Venezuela.
Sebagai langkah lanjutan, Rodriguez akan berkonsultasi dengan Mahkamah Agung. Ia hendak mengeluarkan dekrit tentang keadaan darurat nasional agar masyarakat bisa membuat aksi bela negara.
“Tidak seorang pun warga Venezuela, baik pria maupun wanita, boleh berdiam diri, karena para ekstremis yang telah memprovokasi agresi bersenjata terhadap negara kita,” katanya.
Baca juga : Abdul Aziz: Pencabutan Tidak Selesaikan Masalah
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengutuk pengeboman AS dan penangkapan Maduro sebagai tindakan yang melampaui batas yang tidak dapat diterima.
“Menyerang negara-negara, dengan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, adalah langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan, di mana hukum yang terkuat mengalahkan multilateralisme,” tulis Lula di X.
Presiden Mexiko Claudia Sheinbaum ikut mengecam aksi tersebut. Menurutnya, penyerangan militer dan penangkapan presiden negara yang sah melanggar pasal dalam Piagam PBB.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya