Dark/Light Mode

Negeri Paman Sam Serang Venezuela

Negosiasi Dagang RI-AS Tidak Akan Berpengaruh

Kamis, 8 Januari 2026 06:30 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela tidak akan mempengaruhi proses negosiasi perjanjian dagang antara Indonesia dengan Negeri Paman Sam yang saat ini masih berjalan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, konflik antara AS dan Venezuela tidak akan mengganggu perundingan dagang Indonesia dengan otoritas AS. Proses negosiasi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

Baca juga : Begini Progres Pengembangan Kompleks Haji RI di Makkah

“Sesuai jadwal, tanggal 12 sampai 19 Januari 2026 ini adalah penyusunan legal drafting. Kami harapkan di dalam penyusunan tersebut kesepakatan-kesepakatan sudah bisa dituangkan,” ujar Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (7/1/2026) malam.

Negosiasi perjanjian dagang Indonesia dan AS dilakukan untuk menindaklanjuti joint statement sebelumnya, yang mengumumkan penurunan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Perjanjian tersebut rencananya akan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga : Memprihatinkan, Tawuran Kembali Marak Di Jakarta

Prasetyo menyampaikan, dalam waktu dekat, Pemerintah akan kembali mengirimkan tim negosiasi ke AS untuk menyusun dokumen hukum akhir perjanjian dagang tersebut pada pertengahan Januari 2026.

Pemerintah optimistis perjanjian dagang dengan AS dapat dirampungkan pada akhir Januari 2026, meski tensi hubungan AS dan Venezuela tengah memanas. “Tentu dalam prosesnya kita terus berusaha melakukan negosiasi-negosiasi untuk kepentingan kita,” tegas Prasetyo.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.