Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prediksi Kripto 2026: Bitcoin Bisa Rebound Atau Masuk Bear Market Baru
Jumat, 9 Januari 2026 15:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Harga Bitcoin yang sempat melesat lebih dari 600 persen sejak titik terendah akhir 2022 kini memasuki fase penuh tanda tanya. Koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar: ini sekadar jeda sebelum terbang lagi, atau sinyal awal pasar bearish?
Sejumlah analis memproyeksikan bahwa 2026 akan menjadi tahun krusial bagi pasar kripto, baik untuk Bitcoin maupun altcoin. Setidaknya ada lima prakiraan utama yang mengemuka.
Kinerja Bitcoin Tertinggal di 2025
Sepanjang 2025, performa Bitcoin terbilang mengecewakan. Hingga 1 Desember, kinerja year-to-date (YTD) Bitcoin tercatat minus 7 persen. Angka ini tertinggal jauh dibanding emas yang naik 62 persen, S&P 500 sekitar 16 persen, dan Nasdaq yang menguat 20 persen. Untuk pertama kalinya sejak 2023, Bitcoin kalah pamor dari aset-aset utama lainnya.
Skenario Bullish: Rebound di Awal 2026
Skenario optimistis menyebut Bitcoin berpeluang bangkit pada kuartal I/2026 jika teori siklus empat tahunan benar-benar runtuh. Lingkungan makro yang lebih longgar, terutama penurunan suku bunga dan sikap pemerintah yang semakin terbuka terhadap kripto, dinilai bisa memperpanjang fase bull market.
Baca juga : Kilang Pertamina Gaspol Bangun Bisnis Rendah Karbon untuk Masa Depan
CEO Bitwise Matthew Hougan menilai teori siklus sudah kehilangan relevansi. Sementara analis Bernstein, Gautam Chhugani, memprediksi harga Bitcoin bisa menembus 200 ribu dolar AS pada 2026, seiring ambisi pemerintahan Amerika Serikat menjadikan negaranya pusat kripto dunia. Tekanan beli terhadap Bitcoin diperkirakan terus meningkat.
Skenario Bearish: Awal Pasar Lesu Baru
Di sisi lain, kubu pesimistis mengingatkan bahwa Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 30 persen dalam waktu singkat. Sejumlah trader berpengaruh memandang 2026 justru berpotensi menjadi awal siklus bearish berikutnya.
Secara teknikal, Bitcoin sudah berada di bawah EMA 100 Mingguan—pola yang juga terjadi pada 2022 sebelum harga jatuh lebih dalam. Bahkan ada prediksi Bitcoin bisa kembali turun ke area SMA 200 Mingguan di kisaran 60–70 ribu dolar AS.
Fundamental Kembali Jadi Penentu
Euforia berbagai narasi teknologi dalam dua tahun terakhir mulai meredup. ZK, blockchain modular, agen AI, hingga berbagai eksperimen DeFi banyak yang kehilangan momentum.
Baca juga : Ketika Kualitas Buruk Bisa Merusak Video Bagus
Sebaliknya, proyek dengan fundamental kuat justru bertahan. Pendle, misalnya, masih mencatat total value locked (TVL) sekitar 3 miliar dolar AS. Protokol stablecoin menyimpan miliaran dolar dana pengguna, sementara Hyperliquid terus menguat di sektor perpetual DEX. Di tengah pasar yang lebih selektif, pendapatan, kecocokan produk-pasar, dan jumlah pengguna kembali menjadi senjata utama.
Pasar Prediksi Makin Bersinar
Sektor pasar prediksi diproyeksikan terus tumbuh pada 2026. Dua pemain besar, Kalshi dan Polymarket, kini memiliki valuasi sekitar 11–15 miliar dolar AS. Kalshi bahkan baru mengamankan pendanaan 1 miliar dolar AS dan menjadi mitra resmi CNN.
Dengan berbagai agenda global besar, termasuk Piala Dunia FIFA, pasar prediksi diprediksi makin dilirik sebagai alat membaca probabilitas sebuah peristiwa.
Kripto Masuk Kehidupan Sehari-hari lewat Neobank
Integrasi kripto ke sektor keuangan ritel juga makin nyata lewat neobank. Stablecoin dan pembayaran kripto mulai digunakan di luar komunitas kripto murni. Saat ini, sektor neobank kripto mencatat volume transaksi sekitar 400 juta dolar AS per November, dengan pemain seperti Revolut, Kast, hingga Reddotpay ikut meramaikan.
Sektor Potensial di 2026
Baca juga : KSPSI Apresiasi Karyawan TVRI Dan RRI Bisa Terus Bekerja
Terlepas dari arah pasar, sejumlah sektor diprediksi mengungguli yang lain pada 2026. Di antaranya perpetual DEX, pasar prediksi, tokenisasi aset, serta stablecoin dan pembayaran kripto—semuanya dinilai memiliki fundamental kuat dan basis pengguna nyata.
Cara Membeli Aset Kripto di Pintu
Bagi investor yang ingin mulai atau menambah portofolio kripto, pembelian aset bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Pintu. Caranya, masuk ke aplikasi Pintu, pilih menu Market, lalu cari aset seperti BTC, ETH, SOL, atau XRP. Di halaman token, pengguna dapat memantau grafik harga sebelum menekan tombol Beli dan memasukkan nominal transaksi.
Pintu berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan CFX, sehingga aspek keamanan terjaga. Selain untuk trading, pengguna juga bisa memperdalam pengetahuan kripto melalui Pintu Academy yang diperbarui setiap minggu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya