Dark/Light Mode

Respons Kebijakan The Fed, Rupiah Meorot Ke Rp 16.879

Selasa, 13 Januari 2026 09:28 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi (13/1/2026) dibuka melemah seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang merespons pernyataan hawkish pejabat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Rupiah melemah sebesar 0,14 persen atau 24 poin ke level Rp 16.879 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.855 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,31 persen, won Korea Selatan turun 0,32 persen, baht Thailand terkoreksi 0,40 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, dolar Taiwan turun 0,12 persen, yuan China melemah 0,04 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,02 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,10 persen terhadap dolar AS.

Baca juga : Rupiah Makin Terperosok, Pagi Ini Jatuh Ke Rp 16.830

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia tercatat menguat 0,08 persen ke level 98,73.

Di sisi lain, rupiah justru menguat terhadap sejumlah mata uang global lainnya. Rupiah tercatat menguat 0,12 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.661, menguat terhadap euro ke posisi Rp 19.461, serta naik terhadap dolar Australia ke level Rp 11.294.

Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang merespons sinyal kebijakan moneter The Fed yang masih cenderung ketat.

Baca juga : Masih Lemah, Rupiah Dibuka Di Level Rp 16.800

“Rupiah masih melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah pernyataan hawkish pejabat The Fed, John Williams, yang mengisyaratkan bahwa bank sentral AS tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga,” ujar Lukman, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, penguatan dolar AS juga didukung oleh antisipasi pasar terhadap rilis data inflasi AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan. “Dolar AS juga ditopang oleh ekspektasi inflasi AS malam ini yang diperkirakan naik,” tambahnya.

Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini dengan kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.900 per dolar AS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.