Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rating ESG Faktor Krusial Navigasi Bisnis Berkelanjutan
Sabtu, 31 Januari 2026 08:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam beberapa tahun terakhir, Environmental, Social, and Governance (ESG) Risk Rating telah menjadi faktor krusial dalam penilaian kinerja perusahaan.
Di Indonesia, adopsi ESG Risk Rating semakin meningkat seiring dengan meningkatnya tuntutan dari investor global, regulator, dan pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan dan transparansi bisnis.
Pemerhati ESG Lastyo Lukito mengatakan, ESG Risk Rating merupakan sistem penilaian yang mengukur sejauh mana suatu perusahaan terekspos terhadap risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola, serta bagaimana perusahaan mengelola risiko tersebut.
"Tujuannya untuk pelaporan dan perbaikan," ujar Lastyo di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Kendati begitu, kata Lastyo, ESG bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga tentang menciptakan nilai jangka panjang. Perusahaan yang mampu mengelola risiko ESG dengan baik akan lebih tahan terhadap disrupsi industri, krisis lingkungan, dan perubahan sosial yang dinamis.
Baca juga : Didukung BRI dan LinkUMKM, Kenes Lalita Berhasil Kembangkan Bisnis Busana Anak
Ketua Umum Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia (ACEXI) itu juga mengatakan, Indonesia saat ini tengah mengalami pergeseran menuju praktik bisnis yang lebih transparan dan berkelanjutan.
"Skor ESG Risk Rating tak hanya mempengaruhi akses terhadap pendanaan internasional, tetapi juga membangun reputasi perusahaan dalam jangka panjang. Terutama perusahaan di sektor energi, manufaktur, dan keuangan," paparnya.
Lastyo memberi contoh, Pertamina merupakan salah satu perusahaan di sektor energi yang dinilai memiliki ESG Risk Rating yang bagus. Sebagaimana diketahui, Pertamina, per 31 Desember 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam peringkat ESG.
Pertamina meraih peringkat tertinggi di sub-industri migas terintegrasi dunia menurut Sustainalytics (skor 23,1, Medium Risk) dan MSCI (BBB, naik dari BB), serta sub-entitasnya seperti Pertamina Patra Niaga meraih rating A untuk emisi karbon.
"Ini menandakan bahwa Pertamina memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan dan transisi energi di tengah tantangan industri," kata Lastyo.
Baca juga : Jelang Lawan Bali United, Persik Kediri Evaluasi Lini Belakang
Hal senada juga disampaikan penasihat senior Social Investment Indonesia Sonny Sukada. Ia mengatakan, ESG mulanya muncul pada sekitar 2004-2005 sebagai sebuah kerangka penilaian yang dibuat oleh investor untuk mengukur kinerja keberlanjutan suatu perusahaan dalam konteks finansial atau keuangan.
"Pelaporan keberlanjutan merupakan bagian penting dari keuangan keberlanjutan," tutur Sonny.
Anggota Dewan Pengawas Komunitas Profesional Keberlanjutan (IS2P) ini kemudian mengurai tiga pendekatan yang dipakai untuk menilai ESG Risk Rating sebuah perusahaan.
Pertama, impact materiality yakni aktivitas perusahaan yang berdampak pad masyarakat dan planet Bumi seperti polusi udara, gas rumah kaca.
Kedua, double materiality yang terdiri dari dua bagian, pertama yakni inside-out (dari dalam ke luar), perusahaan mengidentifikasi dan mengelola dampak operasional internalnya terhadap lingkungan dan masyarakat (misalnya, emisi limbah, kondisi kerja) sebagai bagian integral dari strategi bisnisnya, bukan hanya sebagai kepatuhan. Kedua yakni outside-in (dari luar ke dalam) yang fokus pada bagaimana faktor eksternal memengaruhi perusahaan.
Baca juga : MineXcellence 2025 Pacu Inovasi Tambang Berkelanjutan
Dalam konteks ini perusahaan harus proaktif dalam mengatasi risiko sosial dan lingkungan dari dalam organisasi guna menciptakan nilai jangka panjang dan reputasi, serta menghindari kerugian finansial.
Terakhir, kata dia, adalah financial materiality di mana faktor-faktor eksternal seperti iklim dan keberlanjutan dapat mempengaruhi performa keuangan perusahaan. "Seperti perubahan regulasi, disrupsi akibat cuaca ekstrem," tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya