Dark/Light Mode

Airlangga Tegaskan Pemerintah Tak Tolerir Praktik Saham Gorengan Manipulatif

Sabtu, 31 Januari 2026 21:59 WIB
Airlangga Tegaskan Pemerintah Tak Tolerir Praktik Saham Gorengan Manipulatif

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah tidak akan mentolerir praktik manipulative share pricing atau saham gorengan manipulatif, yang merugikan investor serta merusak kredibilitas dan integritas pasar modal di Indonesia.

"Penyalahganaan dan manipulasi pasar tidak hanya berdampak pada harga saham  dan kepentingan investor, tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional," tegas Airlangga dalam konferensi pers terkait Penataan & Penguatan Pasar Modal di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

"Praktik ini dapat menghambat arus penanaman modal asing ataupun foreign direct investment  yang diperlukan Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan yang berkelajuan," tandasnya. 

Baca juga : Panfila Indosari Pastikan RON88 Bersumber Dari Mata Air Pegunungan Mandalawangi

Terkait penegakan aturan dan sanksi hukum, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan aparat penegak hukum akan melakukan peningkatan tegas terhadap siapa pun yang melanggar aturan bursa, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK) dan Undang-Undang Jasa Keuangan yang berlaku.

"Pemerintah akan mendukung penuh proses hukum, agar berjalan sesuai aturan," ujar Airlangga.

Stabilitas dan Keberlanjutan Pasar Modal

Airlangga menuturkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Keuangan beserta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia, untuk memastikan kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi.

Baca juga : IHSG Tertekan, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

"Tidak ada kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan keuangan ataupun pasar modal. Pejabat pelaksana tugas atau Pjs itu akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan," tegas Airlangga.

Terkait hal tersebut, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik yang ditunjuk sebagai Direktur Utama BEI sementara, pasca mundurnya Iman Rachman pada Jumat (30/1-2026), menegaskan komitmennya untuk membangun pasar modal Indonesia agar berkelas dunia.

Kualitas pasar modal tak hanya akan mengikuti standar global dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dalam perkara transparansi dan tata kelola. 

"Oleh karena itu kami akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di BEI," ucap Jeffrey. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.