Dark/Light Mode

Sebelum Dipakai Rakyat, BBM Pertamina Lolos Uji Ketat Berstandar Internasional

Senin, 2 Februari 2026 06:32 WIB
Seorang Pekerja Kilang sedang melakukan uji lab Research Octane Number (RON) di Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan, Sukareja, Indramayu, Jawa Barat, Kamis, (29/01/2026). (Foto Pertamina)
Seorang Pekerja Kilang sedang melakukan uji lab Research Octane Number (RON) di Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan, Sukareja, Indramayu, Jawa Barat, Kamis, (29/01/2026). (Foto Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan masyarakat tidak langsung disalurkan ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) setelah diolah di kilang. Setiap produk BBM Pertamina harus lebih dulu melewati rangkaian pengujian ketat untuk memastikan kualitas dan keamanannya sesuai standar yang berlaku.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan memastikan seluruh produk BBM yang dihasilkan telah memenuhi standar nasional dan internasional sebelum didistribusikan ke konsumen. Proses pengujian dilakukan melalui laboratorium kilang yang berfungsi sebagai quality control (QC) sekaligus quality assurance (QA).

Uji Mutu BBM

Tester I Cooperative Fuel Research (CFR) & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menjelaskan bahwa setiap produk BBM diuji menggunakan lebih dari 20 parameter mutu. Pengujian tersebut tidak hanya mencakup angka oktan (Research Octane Number/RON), tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, serta parameter teknis lainnya.

“Seluruh parameter wajib memenuhi spesifikasi. Jika sudah dinyatakan on-spec, barulah produk layak disalurkan ke konsumen,” ujar Zaeturohmah di Kilang Balongan, Kamis (29/1/2026).

Baca juga : Kerangka SPMF Didorong Jadi Acuan Pertanian Berkelanjutan Nasional

Berbagai produk BBM yang diuji meliputi Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Pertamina Dex, hingga produk aviasi dan turunannya. Pengujian dilakukan secara berlapis, dimulai sejak tahap awal penerimaan minyak mentah (crude oil) yang datang melalui kapal.

Minyak mentah tersebut tidak langsung diolah, melainkan terlebih dahulu diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi. Hasil pengujian menjadi dasar bagi tim Refinery Business Optimization (RBO) dalam merencanakan proses pengolahan di unit kilang.

Setelah melalui unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium. Selain itu, pemantauan kualitas juga dilakukan secara kontinyu selama proses pengolahan berlangsung untuk memastikan seluruh parameter tetap sesuai standar hingga produk siap didistribusikan.

Untuk menjamin akurasi hasil pengujian, seluruh peralatan laboratorium dipastikan dalam kondisi terkalibrasi. Metode uji yang digunakan mengacu pada standar internasional seperti ASTM International dan Honeywell UOP, serta spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).

Baca juga : PPLI Resmikan Fasilitas Penyimpanan Limbah B3 Berstandar Internasional Di Kaltim

Proses pengujian didukung personel yang kompeten dan tersertifikasi, dengan evaluasi metode dilakukan secara rutin setiap bulan.

Dalam pengembangan produk baru, seperti Diesel X, laboratorium berperan sebagai penjamin kualitas, bukan sebagai pusat riset. Seluruh hasil pengembangan dari tim process engineer diverifikasi melalui pengujian laboratorium, terutama untuk memastikan parameter utama seperti kandungan sulfur rendah telah sesuai spesifikasi.

“Setiap produk yang dilepas dilengkapi dengan Certificate of Quality sebagai bukti telah memenuhi standar yang ditetapkan,” kata Zaeturohmah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan keberadaan laboratorium menjadi elemen penting dalam menjaga mutu dan keandalan BBM.

Baca juga : Lewat Pusaka Artha, Pertagas Bawa Teknologi Migas Untuk Bersihkan Pipa Air Desa

“Laboratorium menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.