Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BPJS Kesehatan Luncurkan SISCA JKN, Inovasi Layanan Berbasis AI
Selasa, 3 Februari 2026 13:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Demi meningkatkan kemudahan akses layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan meluncurkan Smart Integrated Solution Customer Assistant (SISCA) JKN, sebuah avatar atau asisten layanan digital untuk membantu memberikan informasi dan respon awal kepada pengguna layanan Aplikasi Mobile JKN.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan bahwa pengembangan inovasi berbasis artificial intelligence (AI) ini merupakan langkah strategis organisasi dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung peningkatan layanan JKN.
Menurutnya, keberadaan AI bukan untuk menggantikan tugas manusia, melainkan alat bantu untuk memperkuat peran SDM dalam mendukung pengelolaan Program JKN yang kian optimal.
“Kami menyadari bahwa untuk memastikan mutu layanan, transformasi tidak dapat ditunda. Transformasi tersebut tidak hanya menyangkut aspek regulasi dan tata kelola, tetapi juga cara kita memanfaatkan teknologi dan data sebagai fondasi utama pengambilan keputusan," ujar Ghufron di Jakarta Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, hadirnya SISCA JKN diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kepada peserta melalui interaksi digital dalam Aplikasi Mobile JKN.
Baca juga : Prabowo Segera Luncurkan Gerakan ASRI, Perang Total Atasi Masalah Sampah
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan menuturkan, bahwa SISCA JKN juga akan disempurnakan secara bertahap untuk meningkatkan akurasi jawaban, memperluas cakupan informasi, serta meningkatkan kualitas interaksi dengan penggunanya.
Tak hanya SISCA JKN, lanjut Edwin, BPJS Kesehatan juga telah mengembangkan tiga inovasi lainnya, yaitu SmartClaim JKN, Smart Analysis, dan Smart Insight.
Edwin mengatakan, SmartClaim JKN merupakan sistem verifikasi klaim berbasis AI untuk membantu verifikator mempercepat proses verifikasi klaim JKN sekaligus meningkatkan kualitas pemeriksaan awal klaim.
"Sistem AI ini dipakai untuk mendukung otomasi proses bisnis administrasi dan verifikasi klaim yang bersifat clerical check dan manual. Dengan bantuan AI tersebut, diharapkan verifikator bisa memfokuskan pemeriksaan pada klaim atau area yang memerlukan penelaahan lebih lanjut.
Menurutnya, pada tahap awal implementasi, sistem ini masih memerlukan keterlibatan aktif verifikator. Tentu pengembangan dan penyempurnaannya juga akan dilakukan secara bertahap.
Baca juga : Tango Resmi Luncurkan Varian Terbaru, Brownies Crispy Susu
Edwin mengatakan bahwa ke depannya keberadaan SmartClaim JKN diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung dalam meningkatkan pengawasan, akuntabilitas, dan mitigasi risiko kecurangan dalam penyelenggaraan Program JKN.
Sementara itu, inovasi Smart Analytics dan Smart Insight diciptakan untuk mempercepat proses analisis data serta menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data, baik pada level operasional maupun manajerial.
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir mengatakan, dengan adanya AI ini, pekerjaan verifikasi klaim jadi lebih mudah karena bisa dikerjakan dengan waktu yang lebih singkat dengan akurasi yang presisi. Kita bisa juga mendeteksi dini jika terjadi kecurangan rumah sakit dengan lebih mudah.
"Dalam hal pelayanan, pemanfaatan AI ini bisa mempersingkat pelayanan. Misalnya, jika ada peserta yang butuh informasi, tidak perlu ke kantor cabang lagi karena bisa dijawab AI,” ujar Abdul Kadir..
Sementara itu, Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menuturkan bahwa sebagai perwakilan dari masyarakat, pihaknya sangat menyambut baik SISCA JKN dan aplikasi-aplikasi lain dari BPJS Kesehatan yang membuat pelayanan JKN semakin bagus.
Baca juga : Infrastruktur Dan Layanan Publik Berangsur Normal
Menurutnya, program ini memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses layanan kesehatan, informasi, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan legacy ini bisa terus dikembangkan ke depannya sebagai bagian dari perwujudan amanat undang-undang.
"Fasilitas kesehatan harapannya juga bisa terus mengimbangi perkembangan inovasi supaya pelayanan kepada masyarakat lebih baik. Semakin banyak peserta JKN, harus semakin baik lagi pelayanannya,” kata Timboel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya