Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sambut 2026, Pemerintah Kota Semarang Transformasi Lewat 5 Pilar
Senin, 2 Februari 2026 09:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tahun 2025 menjadi bukti nyata ketangguhan Kota Semarang. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, kota ini meraih prestasi paradoks: menjaga ketahanan fiskal yang solid sambil mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah pada angka 85,80.
Capaian ganda yang kerap sulit diraih secara bersamaan itu ditegaskan Wali Kota Agustina sebagai buah dari transformasi menyeluruh melalui Lima Pilar Semarang: Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh.
“Ketangguhan tidak dibangun dalam satu malam dan tidak hanya diukur dari angka anggaran. Ini adalah hasil ekosistem pembangunan terintegrasi, di mana kesehatan keuangan daerah dan kualitas hidup manusia saling mengisi,” tegas Agustina, Selasa (21/1/2026).
Fiskal Tangguh di Tengah Kebijakan Penghematan Nasional
Ketangguhan sistemik Semarang teruji dengan diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Pemerintah. Kebijakan nasional yang berdampak pada sektor formal ini dijawab Semarang dengan kelincahan strategi.
Baca juga : IHSG Sempat Terkoreksi, Pemerintah Janji Jaga Investor Lewat Demutualisasi BEI
Laporan keuangan menunjukkan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 5,81 triliun (92,22 persen) dari target Rp 6,30 triliun. Belanja daerah tetap terkendali di Rp 5,73 triliun (88,69 persen). Yang strategis, Semarang membukukan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 186,9 miliar, sebuah indikator kesehatan fiskal yang langka di era penghematan.
Lima Pilar sebagai Mekanisme Penyangga
Ketika Inpres memengaruhi belanja dinas dan sektor tertentu, Lima Pilar bergerak sebagai penyangga yang lincah. Semarang Bersih & Sehat yang telah menjadi brand kuat, berhasil menarik wisatawan yang mengalihkan konsumsi ke sektor kuliner dan ekonomi kreatif lokal. Semarang Cerdas memungkinkan birokrasi berbasis data merancang program stimulan UMKM secara tepat. Sementara itu, Semarang Makmur memastikan ekosistem UMKM siap menyerap permintaan baru.
Strategi simbiosis ini membuahkan hasil. Pajak Hiburan melesat 106,38 persen dan Pajak Restoran tumbuh 104,31 persen, berhasil mengompensasi perlambatan di sektor lain. Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara keseluruhan mencapai Rp 3,42 triliun (87,67 persen).
Fondasi Kesehatan: Stunting Terkendali, Jaminan Kesehatan 100 Persen
Di balik ketangguhan fiskal, fondasi sumber daya manusia diperkuat melalui pilar Semarang Sehat. Pemerintah Kota Semarang menunjukkan kinerja nyata dengan menjaga prevalensi stunting tetap rendah sekaligus mencapai cakupan jaminan kesehatan semesta.
Baca juga : Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional Lewat Desain Chip
Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga akhir 2025, prevalensi stunting tercatat 4,27 persen (2.593 balita), jauh di bawah target nasional. Capaian ini beriringan dengan terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, menjamin akses kesehatan bagi seluruh warga.
“Menjaga kesehatan warga adalah fondasi utama. Pengendalian stunting dan UHC 100 persen menunjukkan kebijakan kami menyentuh kebutuhan dasar, terutama sejak usia dini,” ujar Agustina.
Upaya ini ditopang strategi pencegahan terintegrasi yang mengedepankan layanan kesehatan ibu-anak, pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, serta pemberdayaan masyarakat melalui posyandu.
Siklus Virtuous Memperkuat Fondasi Menuju 2026
Pencapaian Semarang menggambarkan sebuah virtuous cycle (siklus yang saling menguatkan). Lingkungan yang Bersih dan Sehat mendongkrak pariwisata dan investasi, yang mendorong kemakmuran. Kemakmuran memberi ruang fiskal untuk memperkuat pendidikan, inovasi (Semarang Cerdas), dan layanan dasar, yang pada akhirnya melahirkan masyarakat sebagai aktor utama Semarang Tangguh.
Baca juga : Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026
SiLPA strategis Rp 186,9 miliar akan dialokasikan untuk memperdalam siklus ini, antara lain melalui dana bergulir UMKM berbasis teknologi, infrastruktur hijau dan digital, serta cadangan untuk inovasi.
Dengan fondasi ini, Semarang tak hanya bertahan. Kota ini melompat maju, membuktikan bahwa ketangguhan sejati lahir dari integrasi visi, tata kelola yang prudent, dan pemberdayaan manusia secara menyeluruh. Transformasi lewat Lima Pilar telah mengarahkan Kota Semarang memasuki tahun 2026 dengan momentum dan optimisme yang kokoh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya