Dark/Light Mode

Otomotif Masih Jadi Motor Pertumbuhan Manufaktur Nasional

Kamis, 5 Februari 2026 13:27 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor otomotif menjadi salah satu penggerak utama kinerja industri manufaktur nasional yang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Kinerja subsektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (IPNM) yang tercatat tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPNM sepanjang triwulan I–III 2025 tumbuh 5,17 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,01 persen.

“Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi signifikan sektor otomotif sebagai salah satu motor penggerak industri nasional,” ujar Agus saat membuka pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Baca juga : Menko Polkam Ajak Media Bersinergi Lawan Hoaks Dan Perkuat Ketahanan Nasional

BPS mencatat, nilai tambah IPNM atas dasar harga konstan meningkat sebesar Rp 92,16 triliun, dari Rp 1.783,17 triliun pada 2024 menjadi Rp 1.875,33 triliun pada 2025. Kontribusi IPNM terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan I–III 2025 mencapai 17,27 persen atau setara Rp 3.051,58 triliun atas dasar harga berlaku.

Pada subsektor otomotif, industri kendaraan bermotor roda empat didukung oleh 41 pabrikan dengan kapasitas produksi mencapai 2,59 juta unit per tahun. Sementara itu, industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga memiliki 82 pabrikan dengan kapasitas produksi hingga 11,2 juta unit per tahun.

Selain kapasitas produksi yang besar, sektor otomotif juga memberikan kontribusi penting terhadap penyerapan tenaga kerja dan investasi. Hingga 2025, industri otomotif menyerap sekitar 99.700 tenaga kerja langsung dengan total nilai investasi mencapai Rp 194,22 triliun, yang memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Dari sisi perdagangan luar negeri, sektor industri manufaktur nonmigas menjadi tulang punggung ekspor nasional. Sepanjang 2025, nilai ekspor IPNM tercatat sebesar 227,10 miliar dolar AS atau mencapai 80,27 persen dari total ekspor nasional, menunjukkan kuatnya daya saing industri berbasis manufaktur, termasuk otomotif.

Baca juga : Komisi VII DPR Minta Pemerintah Perkuat Sektor Manufaktur

Meski demikian, pasar domestik otomotif masih menghadapi tantangan. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan bermotor secara wholesales tercatat 803.687 unit, turun 7,2 persen dibandingkan 2024. Namun, kinerja ekspor kendaraan utuh (completely built up/CBU) justru meningkat 9,7 persen menjadi 518.212 unit, sehingga menopang keberlanjutan produksi dalam negeri.

Agus menilai, pergeseran permintaan ke arah kendaraan ramah lingkungan menjadi peluang baru bagi industri otomotif nasional. Pada 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 175.144 unit atau sekitar 21,8 persen dari total penjualan kendaraan nasional, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perkembangan kendaraan listrik menunjukkan arah transformasi industri otomotif Indonesia yang semakin kuat dan berkelanjutan,” kata Agus.

Untuk memperkuat peran otomotif sebagai motor pertumbuhan manufaktur, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan industri baterai nasional melalui pemberian insentif fiskal, penyesuaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta penguatan investasi hulu hingga hilir.

Baca juga : Khofifah Tegaskan Jatim Disiapkan Jadi Lumbung Talent DNA Nasional

Dengan dukungan kebijakan tersebut, Kementerian Perindustrian optimistis sektor otomotif akan terus menjadi pilar utama pertumbuhan industri manufaktur nasional dan berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.