Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Industri Sawit Dukung Biodiesel untuk Ketahanan Energi Dan Penghematan Devisa
Jumat, 6 Februari 2026 10:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program biodiesel berbasis sawit terus menunjukkan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional sekaligus perekonomian Indonesia. Selama lebih dari dua dekade berjalan bertahap, biodiesel terbukti mampu menekan impor solar, menghemat devisa, dan mengurangi emisi karbon.
Hal itu mengemuka dalam Workshop Jurnalis Program Biodiesel Sawit 2026 yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), di Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).
Pimpinan Redaksi Majalah Sawit Indonesia Qayuum Amri menjelaskan, riset biodiesel sawit telah dimulai sejak awal 1990-an oleh peneliti dalam negeri. Gagasan itu kemudian diperkuat melalui kebijakan mandatori biodiesel sejak 2009, dengan bauran yang terus meningkat hingga kini.
“Hari ini hasilnya sangat terasa. Konsumsi biodiesel yang pada 2009 baru sekitar 1 juta kiloliter, sekarang sudah mencapai sekitar 15 juta kiloliter. Artinya naik lebih dari 1.100 persen,” ujar Qayuum.
Baca juga : Kasus Korupsi Importasi Barang di Bea Cukai, KPK Tetapkan 6 Tersangka
Ia memaparkan, sepanjang 2015–2025 program biodiesel telah menghemat devisa negara hingga Rp720 triliun dan menurunkan emisi sekitar 228 juta ton CO₂. Menurutnya, data tersebut membantah anggapan bahwa biodiesel hanya menguntungkan segelintir pihak.
“Dampaknya justru luas, mulai dari tenaga kerja, petani, hingga harga tandan buah segar (TBS) petani sawit,” katanya.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Fadhil Hasan, Sekjen APROBI Ernest Gunawan, perwakilan Kementerian ESDM, GAPKI, BPDP, serta akademisi dari IPOSS.
Fadhil Hasan menegaskan biodiesel kini menjadi bagian penting kebijakan energi nasional lintas sektor. Pemerintah, kata dia, telah menerbitkan Kebijakan Energi Nasional terbaru melalui PP Nomor 40 Tahun 2025 untuk menjawab tantangan turunnya produksi minyak, meningkatnya impor, serta kebutuhan energi yang terus naik seiring target pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Islah Bahrawi Dukung Polri Tetap Di Bawah Presiden
“Biodiesel berperan strategis dalam swasembada energi. Sawit dan turunannya menjadi sumber energi terbarukan sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujar Fadhil.
Sepanjang 2025, realisasi biodiesel tercatat mencapai 14,2 juta kiloliter dan berhasil mengurangi impor solar sekitar 3,3 juta kiloliter. Program campuran saat ini masih berada di level B40 sepanjang 2026, sementara implementasi B50 masih menunggu kesiapan pasokan dan hasil uji teknis.
“Kita ingin transisi berjalan bertahap agar suplai dan industri siap. Target akhirnya adalah kemandirian dan kedaulatan energi,” katanya.
Dari sisi industri, Sekjen APROBI Ernest Gunawan menyebut Indonesia kini menjadi salah satu pelaksana program biodiesel terbesar di dunia. Banyak negara, kata dia, menjadikan Indonesia sebagai rujukan karena sukses menerapkan mandat campuran hingga B40 secara nasional.
Baca juga : Industri Pengolahan Kian Perkasa, Dominasi Ekonomi Nasional
“Skala kita yang paling besar di dunia. B40 saja sudah melibatkan sekitar 1,9 juta tenaga kerja dan menghemat devisa sekitar Rp140 triliun pada 2025,” ujarnya.
Sementara itu, BPDP menyatakan terus memperkuat ekosistem sawit melalui insentif biodiesel, pendidikan, riset, dan peremajaan perkebunan rakyat. Hingga akhir 2025, dukungan BPDP untuk sektor biodiesel PSO mencapai 6,9 juta kiloliter dengan nilai sekitar Rp35,5 triliun.
Dengan dukungan kebijakan, industri, dan pendanaan, biodiesel sawit dinilai menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberi efek berganda bagi perekonomian dan lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya