Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja 2025 Stabil Dan Solid
Tumbuh Double Digit, BTN Raup Laba Bersih Rp 3,5 T
Kamis, 12 Februari 2026 06:35 WIB
Sebelumnya
“Dari pencapaian itu, BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang naik 57,5 persen menjadi Rp 18,4 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp 11,7 triliun pada tahun 2024,” rincinya.
Pertumbuhan bisnis yang positif turut diiringi dengan peningkatan kualitas kredit di sepanjang 2025. Ini terlihat dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross yang menurun ke level 3,1 persen dari tahun sebelumnya yakni 3,2 persen.
“Kami memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah 3 persen di akhir tahun 2026, sejalan dengan membaiknya kualitas kredit,” ujar Nixon.
Sebagai upaya memperbaiki struktur risiko, BTN melakukan peningkatan pencadangan atau NPL Coverage menjadi 123,9 persen pada akhir 2025, naik 856 bps dari tahun sebelumnya di level 115,4 persen.
Baca juga : Satgas Saber Awasi Harga Pangan Di Seluruh Daerah
BTN memperkuat permodalan sebagai buffer risiko, sekaligus menopang ekspansi bisnis. Terlihat dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang berada di level 20,9 persen per 31 Desember 2025, naik 240 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 18,5 persen.
Transaksi Digital Naik
Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BTN Oni Febrianto Rahardjo menyampaikan, pertumbuhan DPK BTN yang double digit salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital, terutama di superapp Bale by BTN.
BTN mencatat jumlah pengguna (user) Bale by BTN yang tumbuh pesat 66,1 persen yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025, jika dibandingkan 2024 sebanyak 2,2 juta.
Meningkatnya jumlah user turut mendongkrak jumlah transaksi Bale, yang melonjak 79,2 persen yoy menjadi 2,2 miliar per 31 Desember 2025 dari tahun sebelumnya sebanyak 1,2 miliar.
Baca juga : Stok Dan Harga Pangan Di DKI Aman Terkendali
“Nilai transaksi menembus Rp 103,6 triliun, naik 27,7 persen yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp 81,1 triliun,” ucap Oni.
Saldo user Bale by BTN terus meningkat, terlihat dari kontribusinya sebesar Rp 22,8 triliun terhadap DPK BTN hingga akhir 2025, naik 15,3 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19,7 triliun.
“Nominal saldo rata-rata pengguna Bale lebih tinggi, sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah,” jelasnya.
Peringkat Moody’s
Soal penurunan prospek dari Moody’s Ratings terhadap lima bank jumbo di Indonesia, termasuk BTN, Nixon mengaku akan segera bertemu dengan lembaga rating internasional tersebut untuk memberikan penjelasan. Moody’s Ratings menurunkan rating BTN beserta 4 bank nasional lainnya, yang berubah dari stabil menjadi negatif.
Baca juga : Arsenal Pantang Terpeleset
“Masing-masing bank akan mendetailkan rating-nya dengan mereka. Rating ini bayar, tidak gratis. Mereka akan meneropong in the next 5 or 10 years,” kata Nixon dalam kesempatan yang sama.
Namun, Direktur Finance and Strategy BTN Nofry Ronu Poetra menambahkan, dampak pemangkasan ini cenderung minim terhadap bank. Pasalnya, eksposur BTN dari pinjaman luar negeri tak seberapa banyak.
Ia menjelaskan, pada dasarnya penilaian dari lembaga pemeringkat global dibutuhkan ketika bank ingin menerbitkan surat utang ke luar negeri. “Saat ini sisa pinjaman BTN di pasar luar negeri terbilang kecil kisaran 9 juta yen,” jelasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya