Dark/Light Mode

Tembus Rp 140 Ribu Per Kg, Harga Cabe Masih Pedas

Sabtu, 21 Februari 2026 08:27 WIB
Pedagang mengemas cabe merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Pedagang mengemas cabe merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga cabe rawit merah semakin pedas. Di awal Ramadan ini, tembus Rp 140 ribu per kilogram (kg).

Hasil inspeksi mendadak (sidak) Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ke Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara, Jakarta, Jumat (20/2/2025), menunjukkan, harga cabe rawit sudah setara daging sapi, antara Rp 140 ribu-Rp 150 ribu per kg.

"Cabe ini agak naik karena musim penghujan," kata Rizal, di sela meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Jatinegara.

Dia menyebut, kenaikan signifikan ini akibat cuaca dan gangguan pasokan dari distributor. "Apalagi satu minggu terakhir ini hujan terus, para distributor kesulitan menyiapkan cabe," ujarnya.

Di Pasar Minggu, harga cabe rawit merah tercatat mencapai Rp 140 ribu per kg, melonjak tajam dari harga rata-rata Rp 70 ribu-Rp 90 ribu per kg. jenis cabe juga mengalami kenaikan harga. Seperti cabe merah besar naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 80 ribu per kg, cabe keriting naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu per kg.

Baca juga : Perang AS Vs Iran Diputuskan 10 Hari Lagi

Di Pasar Jatinegara, harga cabe lebih tinggi lagi. Cabe rawit merah dijual hingga Rp150 ribu per kg, naik sekitar Rp 60 ribu dari harga sebelumnya Rp 90 ribu per kg. 

Di sejumlah pasar lain di wilayah Jakarta Barat, harga cabe rawit merah juga sama pedasnya. Nuh (65 tahun), pedagang sayur di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, menyebut bahwa harga cabe rawit merah kini di kisaran Rp 110 ribu per kg. Sebelumnya di kisaran Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kg. "Seminggu sebelum puasa sudah mulai naik," tuturnya.

Di Banten, dari data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag), Jumat (20/2/2026) pukul 15.46 WIB, harga cabe rawit merah Rp 101.875 per kg. Di Pasar Tradisional Surabaya, harga cabe rawit merah juga melonjak tajam. Sejak Selasa (17/2/2025) malam, harganya tembus Rp 125 ribu per kg. 

Sementara, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) mencatat, harga cabe rawit merah berada di kisaran Rp 95.500 per kg, per pukul 09.06 WIB, Jumat (20/2/2026).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan, harga cabe rawit merah melejit karena hujan turun terus-menerus. Menurut para petani, produksi cabe rawit merah sebenarnya melimpah. Namun, karena diguyur hujan, distribusi tak berjalan lancar.

Baca juga : Lapor Mas Wapres Kini Dibuka Lagi

"Karena hujannya terus-terusan. Lebih ke faktor hujan mendominasi," kata Budi, di kantornya, Jakarta, Rabu (18/2/2026). 

Dalam mengatasi masalah ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menemui asosiasi petani dan berkoordinasi untuk memastikan pasokan kembali lancar. "Jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani," kata dia.

Pemerintah memastikan akan terus memantau dan berkoordinasi lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta Satgas Pangan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi. "Tapi secara umum, rata-rata harga sejumlah komoditas bahan pokok relatif terkendali menjelang Ramadan," ujar Budi.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan hal serupa. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, kenaikan harga bukan karena stok kurang, tapi terganggunya proses panen akibat curah hujan tinggi.

"Barang sangat banyak di standing crop, tapi tidak ada yang berani memetik karena hujan. Begitu hujan tinggi, pasokan tersendat. Ini tantangan tersendiri," kata Astawa dari laman resmi Bapanas, Jumat (20/2/2026).

Baca juga : Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza, Bukti Kemampuan TNI Diakui Dunia

Untuk mengatasi masalah ini, Bapanas menggelontorkan pasokan cabe ke sejumlah pasar. Bapanas menargetkan, distribusi minimal 2 ton cabe rawit merah per hari selama dua pekan ke depan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, dan Pasar Tanah Tinggi, Tangerang. Pasokan berasal dari Champion Cabe binaan Kementerian Pertanian (Kementan) di sejumlah daerah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Aceh.

Astawa menjelaskan, harga di tingkat petani dipatok Rp 45.000 per kg. Pedagang pasar induk menyerap dengan harga Rp 50.000 per kg dan ditargetkan menjual ke konsumen di kisaran Rp 60.000 sampai 65.000 per kg.

"Kalau tidak kita serbu, harga di hilir bisa ratusan ribu. Dua pasar ini harus kita dorong agar bisa menurunkan Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.