Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin pagi dibuka melemah 0,19 persen ke level Rp 16.819 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan Jumat (27/2/2026) di posisi Rp 16.787 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen risk off pasar global seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Baca juga : Aurelie Moeremans, Tak Pedulikan Ancaman Roby
Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga tercatat melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,16 persen, baht Thailand melemah 0,41 persen, yuan China terkoreksi 0,07 persen, won Korea Selatan turun 0,72 persen, dolar Singapura melemah 0,13 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya menguat 0,29 persen ke level 97,85.
Baca juga : Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
Di sisi lain, rupiah tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah naik 0,13 persen ke level Rp 22.616, terhadap euro menguat 0,07 persen ke Rp 19.590, dan terhadap dolar Australia naik 0,22 persen ke posisi Rp 11.940.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Turun Ke Rp 16.779
“Rupiah diperkirakan akan melemah dan bergerak volatil terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off dari eskalasi perang di Timur Tengah. Namun, Bank Indonesia diperkirakan akan melakukan intervensi,” ujar Lukman, Senin (2/3/2026).
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya