Dark/Light Mode

Pertamina Jaga Pasokan BBM Dan LPG Lewat Sistem Digital Hub

Kamis, 5 Maret 2026 21:22 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) memperkuat pengawasan pasokan energi nasional melalui sistem Pertamina Digital Hub guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap terjaga, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan sistem digital tersebut menjadi pusat pengawasan terintegrasi yang memantau rantai pasok energi dari sektor hulu hingga hilir secara real time.

“Melalui fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU Pertamina,” ujar Baron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan Pertamina Digital Hub telah terhubung dengan seluruh lini bisnis perusahaan sehingga aktivitas operasional dan proses bisnis dapat dipantau secara menyeluruh.

Baca juga : Bahlil Pastikan Stok BBM Aman Meski Selat Hormuz Ditutup

Selain mengakses data operasional, sistem tersebut juga dilengkapi kamera pengawasan yang memungkinkan pemantauan pergerakan distribusi energi hingga setiap detik.

Pada sektor hulu, pemanfaatan teknologi ini membantu memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai standar sehingga target produksi dari masing-masing entitas dapat tercapai.

Sementara pada sektor hilir, sistem ini memungkinkan Pertamina memantau pergerakan kapal yang mengangkut minyak mentah maupun produk energi, termasuk proyeksi waktu kedatangan pasokan yang akan diolah di kilang.

Optimalisasi operasional kilang domestik juga terus dilakukan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Baca juga : Beckham Jaga Pola Makan Demi Tetap Prima Saat Ramadan

Selain itu, teknologi tersebut memudahkan pemantauan ketersediaan BBM di berbagai titik penjualan, termasuk di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pertamina juga dapat memantau proses distribusi oleh awak mobil tangki hingga jumlah stok BBM di setiap SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah sehingga langkah antisipatif bisa dilakukan lebih dini apabila terjadi lonjakan permintaan, cuaca ekstrem, atau dinamika global yang memengaruhi rantai pasok energi,” kata Baron.

Ia menambahkan transformasi digital menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Baca juga : Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Jamin Stok Pangan, BBM, dan LPG Aman

Saat ini, cadangan energi nasional yang dikelola Pertamina berada di atas level minimum yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar 21 hingga 23 hari kebutuhan. Pada beberapa produk tertentu, cadangan bahkan mencapai hingga 35 hari.

“Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus bergerak sehingga kami menjaga cadangan tetap di atas level minimum,” ujar Baron.

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari mitigasi risiko sekaligus komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.