Dark/Light Mode

Ini Resep Jitu IAA Kembalikan Garuda Raih Bintang 5 Skytrax

Minggu, 8 Maret 2026 10:24 WIB
Foto: Garuda Indonesia
Foto: Garuda Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesian Aviation Association (IAA) menilai penyesuaian rating Garuda Indonesia dari bintang lima menjadi bintang empat oleh Skytrax harus menjadi momentum perbaikan. Penilaian tersebut dinilai sebagai cerminan tantangan yang dihadapi maskapai pelat merah itu dalam menjaga standar layanan global.

Ketua Umum Indonesian Aviation Association Faik Fahmi mengatakan, hasil evaluasi Skytrax menyoroti beberapa aspek produk Garuda yang dinilai tidak lagi memenuhi ekspektasi maskapai bintang lima.

Menurut dia, aspek yang disorot antara lain kondisi kabin, kursi penumpang, sistem hiburan, makanan, hingga kebersihan pesawat.

“Skytrax melihat bahwa beberapa elemen produk Garuda sudah tidak lagi setara dengan standar maskapai bintang lima dunia,” ujar Faik kepada Rakyat Merdeka.

Meski demikian, ia menegaskan kualitas pelayanan awak kabin Garuda tetap mendapat apresiasi tinggi dari penumpang internasional.

“Pelayanan kru Garuda masih dipuji sebagai salah satu yang terbaik. Namun produk fisik yang menopang layanan itu justru melemahkan reputasi globalnya,” kata mantan Direktur Utama Angkasa Pura I tersebut.

Faik menilai, penyesuaian rating ini bukan sekadar dampak restrukturisasi perusahaan. Kondisi itu juga menunjukkan perlunya percepatan investasi dan modernisasi agar Garuda mampu bersaing dengan maskapai global.

Baca juga : Kunjungi Pesantren Miftahul Ulum, Kaesang: Kami Akan Sering Datang Minta Nasihat

Ia mencontohkan sejumlah maskapai di kawasan Asia yang terus melakukan inovasi layanan dan pembaruan armada.

“Industri penerbangan bergerak sangat cepat. Maskapai seperti Singapore Airlines, ANA, dan Qatar Airways terus berinovasi. Sementara Garuda masih fokus menata fondasi,” ujarnya.

Menurut Faik, jika tidak segera beradaptasi, kesenjangan kompetitif dengan maskapai global akan semakin melebar.

IAA pun menyampaikan sejumlah langkah yang dinilai penting untuk mengembalikan posisi Garuda sebagai maskapai bintang lima dunia.

Pertama, modernisasi armada dan fasilitas kabin harus menjadi prioritas utama agar pengalaman penumpang kembali setara dengan standar internasional.

Kedua, penguatan digitalisasi layanan dan pengalaman pelanggan agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi.

Ketiga, menjaga konsistensi operasional sehingga kualitas layanan tetap stabil meski perusahaan masih dalam proses restrukturisasi.

Baca juga : Bicara Defisit Anggaran 2026, Purbaya Jamin Utang Terkontrol

Selain itu, komunikasi strategis yang transparan kepada publik dan mitra internasional juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan terhadap Garuda Indonesia.

Faik menilai penurunan rating ini seharusnya dipandang sebagai peringatan sekaligus peluang untuk melakukan transformasi.

“Penurunan rating ini harus dianggap sebagai wake-up call yang dijawab dengan strategi berani, investasi berkelanjutan, dan komitmen penuh pada transformasi,” ujarnya.

Ia optimistis Garuda Indonesia masih memiliki peluang besar untuk kembali meraih predikat maskapai bintang lima.

Menurut dia, Garuda memiliki sejumlah modal penting, mulai dari kru yang profesional, citra sebagai ikon bangsa, hingga dukungan kuat dari pasar domestik.

“Kami optimistis Garuda Indonesia masih berpeluang besar kembali ke jajaran maskapai bintang lima dunia. Kuncinya tindakan nyata dan keberanian untuk berubah,” tegasnya.

Seperti diketahui, Skytrax menurunkan peringkat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dari bintang lima menjadi bintang empat. Meski begitu, manajemen memastikan perubahan rating tersebut tidak memengaruhi kualitas layanan kepada penumpang.

Baca juga : GPIPS Jadi Strategi Baru Kendalikan Inflasi Dan Perkuat Ketahanan Pangan

Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia Cahyadi Indrananto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan fokus pada pemulihan kinerja, terutama penguatan keuangan dan keberlanjutan usaha.

Menurutnya, berbagai langkah perbaikan layanan dan operasional dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari konsolidasi untuk membangun fondasi perusahaan yang lebih sehat dan adaptif.

Memasuki 2026, Garuda akan mempercepat transformasi layanan dengan menyusun roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh, termasuk pembenahan layanan kabin, layanan darat di bandara, fasilitas lounge, serta pengembangan layanan digital dan inflight service.

Cahyadi optimistis transformasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur akan memperkuat posisi Garuda sebagai maskapai pembawa bendera nasional yang tetap kompetitif di kancah global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.