Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Momen Mudik, Kementerian UMKM Ingatkan Jatah 30 Persen Ruang Promosi UMKM
Rabu, 11 Maret 2026 14:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kementerian UMKM sekaligus Deputi Bidang Usaha Kecil Temmy Satya Permana menegaskan, Pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kebijakan penyediaan ruang promosi di berbagai infrastruktur publik.
Salah satunya mengoptimalkan peran UMKM di area publik, termasuk di rest area, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
Dalam Peraturan Menteri UMKM Nomor 9 Tahun 2025, pemerintah mewajibkan seluruh instansi, baik pusat maupun daerah, BUMN, BUMD, dan BUMSW, menyediakan minimal 30 persen dari luas area komersial untuk UMKM.
“Mengingat sebentar lagi libur Lebaran dan tradisi mudik, maka hal tersebut menjadi momen penting bagi tempat-tempat publik seperti terminal, bandara, stasiun dan lainnya untuk memberikan ruang bagi UMKM,” katanya dalam diskusi sekaligus buka puasa bersama media di Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.
Temmy menegaskan, regulasi ini masih bersifat umum dan belum mengatur secara detail siapa yang bertanggung jawab. Namun, dalam peraturan tersebut, keuangan dan pengelolaan area promosi akan diatur lebih rinci.
Baca juga : Buka Jalan Menuju Kemandirian UMKM Perempuan, Pertamina Buka Program PFpreneur
Dia juga menambahkan bahwa selama ini, UMKM yang masuk ke dalam pembangunan infrastruktur publik biasanya dilakukan secara mandiri, tanpa campur tangan langsung dari dinas atau pemerintah daerah, kecuali di Provinsi Yogyakarta yang bekerja sama dengan bandara setempat dan pihak swasta.
“Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kewajiban untuk menyediakan data UMKM, mengatur regulasi, serta memberikan pembinaan dan pembiayaan,” katanya.
Pemerintah juga menyediakan tempat strategis dengan sewa yang terjangkau, termasuk peningkatan sewa publik hingga 90 persen, serta memastikan fasilitas tersebut mampu meningkatkan daya saing UMKM.
Selain itu, data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan, selama Lebaran 2025, jumlah pemudik mencapai sekitar 154 juta orang dengan perputaran uang mencapai Rp 180 triliun.
“Tapi tahun ini, diperkirakan jumlah pemudik akan berkurang menjadi sekitar 144 juta orang, dengan perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 175 hingga Rp 199 triliun,” ucapnya.
Baca juga : Sambut Mudik Lebaran, Pemerintah Kebut Perbaikan Jalan Berlubang di Pantura
Temmy menambahkan, sekitar 68,9 persen dari pemudik akan melakukan perjalanan selama periode liburan, dan sebagian besar dari mereka akan melewati jalur-jalur utama seperti rest area, stasiun, dan bandara.
“Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM agar dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat perekonomian lokal,” katanya.
Temmy menyebutkan bahwa saat ini, terdapat sekitar 7.715 UMKM yang aktif di berbagai lokasi tersebut dengan total luas area yang dialokasikan mencapai 471.623 m² dan tingkat keterisian sekitar 60,59 persen.
Contoh yang menonjol adalah kerja sama di bandara, sekitar 19,77 persen dari total area 45.653 m² telah digunakan untuk UMKM, dan di rest area, tingkat keterisian mencapai 62,94 persen.
Temmy juga menyinggung soal harga minyak dunia terus naik, dan akan berdampak pada stabilitas harga bahan bakar dan barang kebutuhan pokok, sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat.
Baca juga : Periksa Sekjen Kemnaker, KPK Dalami Pengangkatan Jabatan Tersangka Kasus K3
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketidakpastian global menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi.
“Pemerintah mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi,” pungkas Temmy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya