Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) merelokasi 19 perwira yang bekerja di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi geopolitik di wilayah tersebut.
Sebanyak 11 perwira dipulangkan dari Basra, Irak, dan delapan lainnya dari Dubai, Uni Emirat Arab. Proses evakuasi dari Basra menuju Jakarta memakan waktu sekitar 14 hari.
Lamanya proses tersebut disebabkan oleh penutupan sejumlah bandara internasional, antara lain di Kuwait City, Dubai, dan Doha.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi, mengatakan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi kegiatan operasional perusahaan.
“Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak. Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” ujar Awang.
Baca juga : Kemlu: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Sudah Tiba di Indonesia
Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menegaskan keselamatan perwira menjadi prioritas utama perusahaan.
PIEP menjalankan seluruh prosedur Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan otoritas terkait.
“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” kata Syamsu Yudha.
Ia menambahkan bahwa perusahaan juga melakukan asesmen contingency plan terhadap rute evakuasi, sehingga apabila terjadi penutupan ruang udara, proses evakuasi dapat tetap berjalan.
Sementara itu, Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) segera mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Baca juga : AMPI Gelar Diskusi Kepemudaan dan Santuni Ratusan Anak Yatim
Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia.
Koordinasi dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baghdad, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuwait City, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Dalam proses evakuasi, para perwira menempuh perjalanan darat dari Basra menuju perbatasan Safwan dan memasuki wilayah Kuwait.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Dammam, Arab Saudi. Selanjutnya seluruh personel melanjutkan perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan kemudian kembali ke Indonesia.
Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sedangkan sisanya tiba pada 11 Maret 2026.
Baca juga : Generasi Perang Di Simpang Jalan
Perusahaan juga memastikan komunikasi dengan keluarga para perwira tetap terjaga selama proses evakuasi.
PIEP menghubungi keluarga untuk menyampaikan kondisi terkini, serta menyediakan saluran komunikasi hotline selama 24 jam guna memberikan informasi dan dukungan yang diperlukan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya