Dark/Light Mode

Jalan Solo–Sragen KM 13–15 Bebas Banjir Saat Mudik Lebaran 2026

Kamis, 12 Maret 2026 19:21 WIB
Peninggian Ruas Jalan Solo–Sragen di Kilometer (KM) 13 hingga KM 15. (Foto: KW/RM)
Peninggian Ruas Jalan Solo–Sragen di Kilometer (KM) 13 hingga KM 15. (Foto: KW/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ruas Jalan Solo–Sragen di Kilometer (KM) 13 hingga KM 15, tepatnya di wilayah Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dipastikan tidak lagi terendam banjir saat arus mudik Lebaran 2026.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan peninggian badan jalan di titik tersebut. Langkah ini dilakukan karena lokasi tersebut selama ini kerap tergenang air saat musim hujan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Ruas Surakarta–Palur–Sragen–Mantingan, Novi Krisniawati, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket preservasi jalan Palur–Sragen yang telah berjalan sejak 2025.

“Kita saat ini berada di ruas Palur–Sragen. Di lokasi ini memang setiap tahun terjadi banjir, sehingga kita melakukan penanganan berupa peninggian atau raising jalan di KM 13 sampai dengan 15,” kata Novi di lokasi, Kamis (12/3/2026).

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Beri Diskon Avtur Dukung Mudik Lebaran 2026

Sebelum dilakukan peninggian, genangan air di ruas jalan tersebut dapat mencapai sekitar 15 sentimeter. Kondisi itu membuat kendaraan yang melintas harus menunggu hingga air surut.

“Banjirnya bisa sampai 15 senti di posisi existing. Mobil biasanya harus menunggu air surut dulu karena airnya meluap dari sungai di sebelah jalan,” ujarnya.

Menurut Novi, banjir di kawasan tersebut kerap terjadi karena sungai di sisi jalan meluap saat curah hujan tinggi. Selain itu, perubahan penggunaan lahan di sekitar kawasan turut meningkatkan volume air yang mengalir ke lokasi tersebut.

Ia menyebutkan, sejak peninggian jalan dilakukan pada 2025 hingga sekarang, genangan air tidak lagi muncul meskipun intensitas hujan masih cukup tinggi.

Baca juga : Bandara InJourney Airports Beroperasi 24 Jam Selama Mudik Lebaran

“Selama 2025 sampai sekarang walaupun curah hujan tinggi, alhamdulillah tidak terjadi banjir lagi. Lalu lintas juga tetap berjalan lancar,” katanya.

Pekerjaan peninggian jalan dilakukan sekitar 30 sentimeter dengan panjang penanganan sekitar dua kilometer, menyesuaikan posisi gorong-gorong yang berada di sepanjang ruas tersebut.

Selain peninggian jalan, BBPJN juga melakukan pekerjaan perkerasan rigid beton sepanjang kurang lebih dua kilometer di ruas Palur–Sragen. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket preservasi jalan yang dikerjakan selama tiga tahun, sejak kontrak dimulai pada 2025 dan ditargetkan rampung pada 2027.

Ruas Palur–Sragen sendiri merupakan jalur lintas tengah yang menghubungkan wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jalur ini juga dilintasi kendaraan logistik serta truk bermuatan berat menuju kawasan Mantingan dan wilayah Jawa Timur.

Baca juga : PLN Cek Kesiapan SPKLU Jalur Surabaya–Bali Jelang Mudik Lebaran 2026

Saat ini pekerjaan rigid beton di lokasi tersebut telah selesai sehingga ruas jalan sudah dapat dilalui kendaraan. Sementara beberapa pekerjaan perlengkapan jalan seperti median dan kerb masih dalam tahap penyelesaian.

“Untuk rigid sepanjang kurang lebih dua kilometer sudah selesai. Beberapa pekerjaan median masih dalam proses penyelesaian,” ujar Novi.

Ia memastikan kondisi jalan di ruas tersebut aman dilalui kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.