Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Partisipasi Publik Jadi Kunci Tekan Kecelakaan Saat Mudik Lebaran
Selasa, 10 Maret 2026 20:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partisipasi publik, khususnya para pemudik, dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban selama arus mudik Lebaran 2026.
Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di jalan raya, sehingga kesadaran pengendara untuk berkendara secara aman perlu terus ditingkatkan.
“Kita tahu bahwa faktor manusia merupakan pemicu kecelakaan lalu lintas jalan yang dominan. Karena itu, para pemudik perlu meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko guna memangkas fatalitas kecelakaan di jalan,” ujar Edo dalam diskusi bertajuk Berkendara Aman & Selamat yang digelar Jarak Aman di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, partisipasi publik dapat dilakukan dengan memahami berbagai potensi risiko kecelakaan selama perjalanan serta menerapkan manajemen perjalanan mudik yang aman dan sehat.
Baca juga : Asuransi Jasindo Gelar Layanan Kesehatan dan Santunan di Masjid Istiqlal
Ia menyarankan para pemudik mempersiapkan kondisi fisik maupun kendaraan sebelum bepergian serta disiplin beristirahat selama perjalanan agar tetap bugar dan mampu berkonsentrasi saat berkendara.
“Pemudik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat guna menjaga kebugaran sebagai bekal senantiasa berkonsentrasi saat berkendara,” katanya.
Edo menilai penurunan kasus dan fatalitas kecelakaan pada musim mudik Lebaran 2025 merupakan hasil sinergi berbagai pemangku kepentingan di bidang keselamatan jalan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara aman.
Berdasarkan data periode Operasi Ketupat Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 2025, jumlah kasus kecelakaan selama periode tersebut tercatat turun sekitar 31 persen, sedangkan angka korban meninggal dunia menurun hingga 53 persen.
Baca juga : Persib Vs Persik Kediri, Thom Haye Targetkan Tiga Poin di GBLA
Ia menjelaskan pada periode Operasi Ketupat 2025 tercatat sebanyak 3.181 kasus kecelakaan yang menyebabkan 787 korban meninggal dunia.
Sementara itu, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC) Lilik Andi Baryono menekankan pentingnya pencegahan kecelakaan karena dampaknya tidak hanya pada keselamatan, tetapi juga pada kerugian materi, waktu, hingga masa depan pengemudi.
“Karena itu, kecelakaan harus dicegah. Kita tahu penyebab umum kecelakaan adalah kegagalan mengantisipasi situasi saat berkendara,” ujar Lilik.
Menurut dia, salah satu faktor yang kerap memicu kegagalan pengemudi dalam mengantisipasi situasi di jalan adalah kondisi kelelahan saat berkendara.
Baca juga : Pramono Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Untuk mengurangi risiko tersebut, pengemudi disarankan beristirahat sekitar 15 hingga 20 menit setiap dua jam perjalanan.
Selain itu, pengemudi juga dianjurkan menghindari konsumsi kafein secara berlebihan dan memperbanyak minum air putih agar tetap terjaga kondisi fisik selama perjalanan mudik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya