Dark/Light Mode

Dari Titik Terendah ke Tanah Suci: Perjalanan Siti Patimah Azzahra Bersama PNM

Kamis, 26 Maret 2026 22:30 WIB
Foto: PT PNM.
Foto: PT PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagi Siti Patimah Azzahra, hidup adalah tentang perjuangan sejak awal. Lahir dari keluarga sederhana, ia tumbuh dengan kesadaran bahwa tidak semua hal bisa diperoleh dengan mudah.

Dari keterbatasan tersebut, Siti memegang satu prinsip hidup: tidak ada yang sempurna, sehingga rasa syukur harus selalu menjadi pegangan.

Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Saat menempuh pendidikan, Siti sempat berada di titik terendah. Ia harus menghadapi keterbatasan finansial, menyelesaikan skripsi yang tertunda, serta tekanan hidup yang dijalani seorang diri.

Kondisi semakin sulit ketika muncul ancaman mutasi pekerjaan ke lokasi yang jauh dari kampus, yang berpotensi menggagalkan mimpinya untuk lulus tepat waktu.

Namun, titik balik datang pada April 2017, ketika Siti bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM). Kesempatan tersebut memberinya pekerjaan dengan lokasi yang dekat dengan kampus dan tempat tinggalnya.

Baca juga : Warga Serbu Open House Istana, Senang Bisa Bertemu Prabowo

Ia meyakini kemudahan itu sebagai jawaban atas doa yang terus dipanjatkannya. Dengan penuh rasa syukur, Siti akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan dan lulus tepat waktu.

Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai salah satu Best Employee, sebuah pencapaian yang hanya diraih oleh sekitar 60 karyawan dari ribuan pegawai.

Penghargaan tersebut membawanya ke Jakarta, menjadi kunjungan keduanya ke ibu kota setelah sebelumnya datang saat masih kecil bersama sang ayah.

Kali ini, ia hadir sebagai sosok yang berhasil meraih prestasi melalui usahanya sendiri. Bagi Siti, pengalaman tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan simbol bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan.

Pada 2018, pencapaiannya kembali bertambah. PNM memberikan reward berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah untuk pertama kalinya.

Baca juga : Kemenpar Siapkan Mitigasi Pasar Asia-Pasifik Diperkuat

Di tahun yang sama, ia juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Manager Regional Mekaar (MRM). Kepercayaan tersebut menjadi penanda bahwa perjuangannya selama ini membuahkan hasil.

Hingga kini, Siti masih menjalankan peran sebagai MRM Serang 1, aktif dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar.

Dedikasinya kembali mendapat apresiasi pada 2024, ketika ia menerima reward umrah kedua atas kinerjanya sepanjang 2023—sebuah pencapaian yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

Tak berhenti di sana, pada 2025 Siti melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), kesempatan yang juga difasilitasi oleh PNM.

Langkah ini menjadi bukti bahwa mimpi dapat terus dikejar tanpa batas waktu. Bagi Siti, perjalanan hidup adalah rangkaian pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan.

Baca juga : Pakar: Ekspor Beras 2.280 Ton ke Tanah Suci Bukti Swasembada Berkelanjutan

“Dalam setiap fase hidup, selalu ada tantangan yang membuat kita hampir menyerah. Tapi saya percaya, selama kita terus berusaha dan bersyukur, akan selalu ada jalan,” ungkapnya.

Kisah Siti menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir. Dengan kerja keras, doa, dan rasa syukur, setiap orang memiliki peluang untuk mengubah hidupnya, sekaligus memberi dampak bagi orang lain.

Melalui inisiatif #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program ini melanjutkan gerakan sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru, guna memperluas dampak pemberdayaan dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.