Dark/Light Mode

Pakar: Ekspor Beras 2.280 Ton ke Tanah Suci Bukti Swasembada Berkelanjutan

Sabtu, 7 Maret 2026 15:46 WIB
Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar (Foto: Instagram)
Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang melakukan pengiriman beras perdana sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi, untuk konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. 

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa produksi beras nasional telah mencapai swasembada yang berkelanjutan.

Hermanto menyatakan, keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari lonjakan produksi dalam negeri yang signifikan sepanjang periode 2025-2026. Hermanto bahkan menyebut surplus beras tahun ini yang berjumlah sekitar 17 juta ton, sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Produksinya luar biasa bagus. Swasembada tahun ini merupakan yang terkuat sepanjang sejarah, dan stok beras pemerintah telah mencapai 4,2 juta ton,” ujar Hermanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga : Bukan Ilusi, Stok Beras Melimpah

Hermanto percaya, dengan produksi yang tinggi dan cadangan beras pemerintah yang kuat, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai memperkuat posisi di pasar global melalui ekspor.

Dia bilang, capaian swasembada dan ekspor harus berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Keberhasilan produksi tidak boleh berhenti pada angka statistik semata.

“Ini yang kita tunggu, sehingga ke depan apa yang dilakukan petani benar-benar bisa kembali ke petani. Harus ada dampak nyata terhadap pemasukan dalam negeri dan kesejahteraan para petani,” tegasnya.

Hermanto berharap momentum ekspor ini dapat terus dijaga dengan kebijakan yang konsisten, penguatan distribusi, serta tata kelola stok yang baik. Sehingga, swasembada beras Indonesia tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Tanggapan Pakar IPB

Baca juga : Usul, Ganti Mudik Motor Gratis dengan Tambahan Kuota Bus dan Kereta

Pengamat Pertanian IPB University, Prima Gandhi juga mengapresiasi langkah pemerintah yang mencatatkan pengiriman beras perdana di tahun 2026 sebanyak 2.280 ton ke Tanah Suci di tengah konflik Timur Tengah antara Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Menurutnya, ekspor ini menjadi catatan penting penting dalam perjalanan pencapaian swasembada pangan nasional, sekaligus menandai keberlanjutan program peningkatan produksi pertanian yang dijalankan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” papar Prima Gandhi.

Dalam pandangannya, ekspor beras memiliki nilai strategis tinggi terhadap ketahanan pangan dan keseimbangan perdagangan nasional. Saat ini, Indonesia telah menunjukkan kemajuan berarti dalam produksi dan manajemen stok beras. Bahkan, mencatat cadangan beras terbesar dalam sejarah nasional.

Baca juga : Kunjungi Komunitas Ojol, Jasa Raharja Perkuat Budaya Keselamatan Berkelanjutan

“Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Kalau stok dan pasokan dalam negeri terjaga, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.