Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Australia menandatangani Traktat Keamanan Bersama. Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
PM Albanese tiba di Istana Negara sekitar pukul 09.03 WIB. Ini adalah kali kedua PM Albanese berkunjung ke Indonesia di era pemerintahan Presiden Prabowo. Kunjungan pertama dilakukan 15 Mei 2025.
Kedatangan Albanese disambut hangat Prabowo. Prabowo menunggu kedatangan Albanese di area pilar Istana Merdeka. Keduanya lalu berjabat tangan erat. Selanjutnya, Prabowo dan Albanese jalan beriringan menuju ruang kredensial dengan diiringi jajar kehormatan pasukan.
Di ruang kredensial, kedua pemimpin negara menggelar pertemuan bilateral membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan Australia. Pertemuan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang ditandai dengan penandatanganan berbagai dokumen kerja sama.
Baca juga : Istana Prihatin, Ajak Semua Berbenah
Prabowo mengatakan, Indonesia dan Australia sepakat memperkuat kemitraan strategis melalui skema Traktat Keamanan Bersama. Kesepakatan ini mencerminkan tekad kuat Indonesia-Australia menjaga keamanan nasional masing-masing serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan, dan kita memilih membangun hubungan atas dasar saling percaya dan itikad baik,” ucap Prabowo.
Selain kerja sama keamanan, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan strategis di berbagai bidang pendidikan dan ekonomi. Untuk bidang pendidikan, akan ada program pelatihan dan peningkatan kapasitas guru dan tenaga pengajar.
“Saya mengundang Australia untuk mendukung upaya kami memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar,” ujar Prabowo.
Baca juga : Presiden Atensi Khusus Kasus Anak SD Bunuh Diri
Di bidang ekonomi, Prabowo mengajak Australia berinvestasi dalam sektor hilirisasi mineral kritis, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Kepala Negara juga menegaskan kesiapan Danantara untuk memperkuat kemitraan investasi dengan mitra Australia.
“Danantara siap bekerja sama dengan para mitra di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dalam berbagai bentuk kemitraan,” ucap Prabowo.
Albanese senang dengan kesepakatan yang dicapai. Dia menyebut, Indonesia merupakan mitra terpenting Australia di kawasan Indo-Pasifik. Traktat keamanan kedua negara mencerminkan kekuatan hubungan bilateral yang terus berkembang.
“Perjanjian ini merupakan cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” tegas Albanese.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak Pandemi
Albanese lalu memuji kepemimpinan Prabowo. Ia menyebut, penandatanganan Traktat Jakarta 2026 sebagai momen bersejarah.
"Fakta bahwa kita menandatangani perjanjian ini merupakan bukti kepemimpinan kuat Presiden Prabowo dan komitmen pribadinya untuk mempromosikan keamanan di kawasan, dan juga di seluruh dunia,” ucapnya.
Albanese optimistis terhadap masa depan hubungan bilateral Indonesia-Australia. "Saya yakin hubungan Australia dan Indonesia akan semakin kuat di masa mendatang,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya