Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Fakta ini menunjukkan, tanpa investasi berkelanjutan, pasokan energi global dapat terganggu dan berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.
Dalam konteks Indonesia, tantangan tersebut juga relevan. Selain menjaga produksi, sektor hulu migas dituntut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Karena itu, SKK Migas mendorong transformasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui pendekatan yang lebih terstruktur seperti Logical Framework Approach (LFA) dan pemetaan sosial.
Pendekatan ini bertujuan memperkuat social license to operate, sekaligus memastikan bahwa kegiatan industri sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Kementerian Keuangan juga menegaskan pentingnya optimalisasi DBH sebagai instrumen pemerataan fiskal. Sepanjang 2025, Pemerintah menekankan bahwa kualitas belanja daerah menjadi kunci agar transfer pusat benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Industri Hulu Migas Dongkrak Ekonomi Daerah, Dampaknya Berganda
Sementara Chairperson of IPA Supply Chain Committee, Kenneth Gunawan, menekankan pentingnya penguatan kapasitas nasional melalui optimalisasi rantai pasok dalam negeri. Dia menyebutkan bahwa perusahaan dalam negeri kini memegang peran signifikan dalam rantai pasok sektor hulu migas. Sementara keterlibatan perusahaan asing difokuskan pada sektor yang membutuhkan teknologi tinggi.
“KKKS secara aktif melakukan asesmen, pengujian produk dalam negeri, serta pelaksanaan pilot project bersama SKK Migas untuk meningkatkan kapabilitas penyedia barang dan jasa nasional. Upaya ini turut menciptakan multiplier effect ekonomi yang signifikan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.
Kenneth menambahkan, tantangan utama masih berkaitan dengan kendala operasional serta keterbatasan pembiayaan proyek berskala besar yang berjalan secara simultan.
Chairperson of Indonesian Petroleum Association (IPA) Supply Chain Committee, Kenneth Gunawan. [Foto: SKK Migas]
Dia juga menegaskan, sektor hulu migas tetap memiliki peran krusial dalam menopang perekonomian dan ketahanan energi Indonesia, terutama di tengah fase transisi energi.
Baca juga : Krisis Nafta Hantam Industri, Ekonomi RI Bisa Melambat
Sedangkan Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong menilai, industri hulu migas berada pada fase penting untuk memastikan pasokan energi yang andal dan terjangkau, sekaligus mendukung agenda transisi energi.
“Kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar kontribusi sektor ini tetap optimal dan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Mety --sapaan akrab Marjolijn-- menekankan, IPA Convex ke-50 tidak hanya menjadi ajang pertemuan industri. Tetapi juga sebagai platform dialog nasional untuk menunjukkan kontribusi nyata sektor hulu migas terhadap perekonomian, investasi, transfer pengetahuan, pembangunan daerah, dan ketahanan energi nasional.
“Menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi dan agenda transisi energi akan menentukan keberlanjutan sektor hulu migas dan pencapaian swasembada energi Indonesia ke depan,” jelasnya.
Baca juga : Mudik Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Di tengah transisi energi global, sektor hulu migas tetap menjadi penopang utama kebutuhan energi sekaligus pendorong ekonomi. Ajang The 50th IPA Convex: Shaping the Future of Energy diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus menegaskan kembali peran vital industri ini.
Ke depan, keberhasilan sektor hulu migas tidak hanya diukur dari produksi energi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan dampak ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan merata bagi daerah penghasil. [*]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya