Dark/Light Mode

Diplomasi Energi Bahlil Di Jepang, Bukti Indonesia Naik Kelas Di Panggung Global

Rabu, 25 Maret 2026 22:27 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerhati kebijakan publik dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof. Henry Indraguna, menilai diplomasi energi yang dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jepang menunjukkan perubahan signifikan posisi Indonesia dalam percaturan global.

“Indonesia tidak lagi menjadi objek dalam relasi kuasa global, namun menjadi subjek yang aktif mendefinisikan kepentingannya sendiri,” ujar Henry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Guru Besar Unissula Semarang itu menilai langkah Pemerintah juga menjadi upaya mendekonstruksi narasi lama yang menempatkan negara berkembang hanya sebagai pemasok bahan mentah. Diplomasi tersebut, menurut dia, mendorong Indonesia naik kelas dalam rantai nilai global.

“Ini bentuk kedaulatan yang cair namun kokoh. Menunjukkan hukum nasional kita mampu beradaptasi dengan standar internasional tanpa kehilangan jati diri konstitusionalnya,” kata Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar tersebut.

Baca juga : Pramono: Penertiban Belakang Grand Indonesia dan Monas Harus Tuntas

Henry menambahkan, integrasi investasi Jepang dalam struktur industri nasional berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh terhadap tekanan eksternal. Kepastian hukum dalam proyek strategis seperti Blok Masela juga menjadi sinyal positif bagi investor global.

“Kepastian hukum yang ditawarkan dalam proyek Masela memberi sinyal positif bagi pasar global bahwa Indonesia adalah mitra yang kredibel,” kata dia.

Secara yuridis, Henry menekankan bahwa implementasi nota kesepahaman tersebut perlu dikawal agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional. Ia menilai kerja sama internasional harus memberikan manfaat yang adil dan berkelanjutan.

“Pemanfaatan sumber daya alam tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga kemandirian energi yang berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia (KAI) tersebut.

Baca juga : Idul Fitri, Pelaut Pertamina Patra Niaga Tetap Bertugas Di Lautan

Henry meyakini, penguatan posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik melalui diplomasi energi ini menjadi fondasi penting untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan energi baru di masa depan.

Untuk diketahui, pernyataan ini disampaikan menyusul kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Tokyo, Jepang, pada medio Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, Indonesia memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dan mineral dengan Pemerintah Jepang.

Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Ryosei Akazawa, Bahlil menyepakati dua nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis serta pengembangan teknologi nuklir rendah karbon.

Selain itu, Bahlil mendorong percepatan investasi migas oleh Inpex Corporation pada Proyek Gas Lapangan Abadi Blok Masela dengan nilai mencapai Rp339 triliun. Proyek ini dianggap strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca juga : Dari Pandeglang, Ketakwaan Dan Agenda Besar Ketahanan Pangan

Pemerintah Indonesia juga menawarkan pengelolaan bersama sejumlah komoditas strategis kepada Jepang, termasuk nikel, bauksit, tembaga, hingga logam tanah jarang yang menjadi kunci dalam transisi energi global.

Kerja sama kedua negara turut diperluas ke sektor batu bara, gas alam cair (LNG), serta proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Fokus proyek antara lain penyelesaian PLTSa Legok Nangka dan optimalisasi PLTP Sarulla.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.