Dark/Light Mode

QRIS Meluas ke Korsel: Transaksi Makin Mudah, Dukung Penguatan UMKM & Pariwisata

Senin, 6 April 2026 09:17 WIB
Layanan pembayaran QRIS kini sudah bisa diakses di Korsel. (Foto: IG BI Jember)
Layanan pembayaran QRIS kini sudah bisa diakses di Korsel. (Foto: IG BI Jember)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara (cross-border), Indonesia dan Korea Selatan (Korsel),  mulai  1 April 2026. Dengan layanan ini, masyarakat dapat transaksi langsung menggunakan aplikasi perbankan Indonesia dengan mudah di Korsel, tanpa harus menukar uang tunai.

Korsel menjadi negara kelima implementasi QRIS Antarnegara setelah QRIS dan Thai QR Codes (Thailand) pada 29 Agustus 2022, QRIS dan DuitNow QR (Malaysia) pada 8 Mei 2023, QRIS dan QR NETS (Singapura pada 17 November 2023, dan (ID-Outbound) QRIS dan JPQR (Jepang) pada 17 Agustus 2025. 

Perluasan negara mitra potensial kerja sama akan terus dilakukan secara bertahap. Hadir dalam peluncuran QRIS Antarnegara (cross-border) Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) secara daring, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Senior Deputy Governor of the Bank of Korea (BOK) Sangdai Ryoo.

Kemudian secara luring, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta serta Minister & Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia, Park Soo-deok di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dalam sambutannya, Perry memberi apresiasi tinggi kepada BOK atas kerja sama yang kuat dengan BI dalam mewujudkan peluncuran sistem pembayaran QR Antarnegara.

Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital kedua negara.

“Terima kasih kepada BOK atas kerja sama yang solid untuk mewujudkan impian ini. Saya juga mengapresiasi Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan seluruh mitra industri yang terlibat,” ujar Perry.

Perry menjelaskan, peluncuran sistem pembayaran QR lintas negara ini mencerminkan pengalaman dan kemajuan kualitas ekonomi digital di Indonesia-Korsel

“Kini, masyarakat kedua negara dapat melakukan transaksi pembayaran dengan lebih cepat, mudah, dan aman menggunakan aplikasi QR Code,” tambahnya.

Baca juga : Transaksi Menjadi Lebih Cepat, Mudah Dan Murah

Perry menyampaikan, inovasi ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pariwisata dan membuka peluang bisnis baru yang berkontribusi pada pertumbuhan inklusif dan ekonomi digital yang lebih terhubung. 

Ke depan, BI berkomitmen memperdalam kerja sama ini dengan memperluas sosialisasi dan meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran.

“Kita tidak hanya menghubungkan sistem pembayaran, tetapi juga menghubungkan orang, bisnis, dan berbagai peluang baru,” ujarnya.

Deputi Gubernur BI Filianingsih menambahkan, peluncuran ini menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan sistem pembayaran digital nasional dan internasional yang inklusif, efisien serta aman.

“Kolaborasi erat ini memastikan inovasi yang kita bangun tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Filianingsih menegaskan, QRIS telah menjadi tulang punggung sistem pembayaran ritel nasional yang memudahkan transaksi digital dengan nominal kecil. Dengan adopsi luas mencakup berbagai lapisan masyarakat dan pelaku usaha termasuk UMKM, QRIS berhasil menciptakan standarisasi, interoperabilitas, dan efisiensi dalam pembayaran digital di dalam negeri.

Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Korsel merupakan perluasan dari jaringan pembayaran lintas batas yang sebelumnya telah terhubung dengan negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Layanan transaksi akan terus diperluas hingga ke negara-negara lainnya, seperti China dan India.

“Dengan hadirnya Korsel sebagai mitra baru, kita semakin memperkuat jaringan konektivitas pembayaran yang mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital di kawasan Asia,” tambahnya.

Filianingsih menjelaskan, sistem ini memungkinkan kemudahan transaksi bagi wisatawan dan pelaku usaha di kedua negara. Contohnya, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Begitu pula wisatawan Korea yang datang ke Indonesia, dapat menggunakan QR Code pembayaran lokal. 

Baca juga : Amartha Empower Perluas Peran Donasi Digital Dukung Pemberdayaan Ekonomi Desa

Dalam konteks pengembangan sistem pembayaran nasional, BI telah menetapkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, sebagai peta jalan transformasi digital yang menitikberatkan pada inovasi dan konektivitas internasional, untuk membawa kedaulatan digital Indonesia ke mancanegara. 

“QRIS Antarnegara hadir untuk menjawab tantangan transaksi antarnegara yang selama ini rumit dan relatif mahal,” ungkapnya.

Hingga Februari 2026, QRIS telah digunakan secara luas oleh lebih dari 60 juta pengguna dan 44 juta merchant, dengan 96 persen merupakan UMKM. QRIS menjadi fondasi yang kuat dalam mendukung digitalisasi ekonomi nasional dan pengembangan konektivitas pembayaran lintas negara.

Filianingsih menuturkan, melalui inisiatif strategi ini, BI menghapus hambatan konvensional dalam perjalanan luar negeri. Yakni, Tanpa Tukar Valas, wisatawan tidak perlu lagi mengantre di money changer atau membawa uang tunai dalam jumlah besar.

“Konversi mata uang dilakukan secara otomatis dan transparan,” jelasnya.

Aplikasi Domestik di Luar Negeri

Masyarakat Indonesia cukup menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah dimiliki (M-Banking/E-Wallet) untuk memindai kode QR di negara mitra.

Skema ini turut mendukung sektor pariwisata dan UMKM, dengan memungkinkan wisatawan asing di Indonesia bertransaksi secara langsung di merchant dan UMKM lokal melalui aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.

Perkuat Hubungan Bilateral  

Filianingsih memaparkan, QRIS Antarnegara juga menjadi bagian dari agenda besar hubungan bilateral Indonesia-Korsel yang tercermin dalam joint vision statement kedua negara, yang diumumkan bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korsel. 

“Kerja sama sistem pembayaran ini bukan hanya aspek teknis, tetapi juga merepresentasikan kemitraan strategis kedua negara, dalam membangun konektivitas ekonomi digital yang semakin dalam dan relevan dengan dinamika global,” terangnya.

Baca juga : Setwapres Dorong Kolaborasi Penguatan UMKM Dan Ekonomi Perempuan

BI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas akseptasi QRIS Antarnegara, terutama di lokasi-lokasi strategis. Seperti, bandara internasional, kawasan pariwisata, pusat perbelanjaan, dan lokasi dengan intensitas transaksi wisatawan tinggi.

Pandangan senada disampaikan Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Soo-deok. Dipaparkannya, peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia-Korsel menjadi momen bersejarah. Sekaligus babak baru dalam kerja sama keuangan digital kedua negara yang bukan sekadar kemajuan teknologi, tetapi juga cerminan kepercayaan dan kemitraan yang kuat.

"Kerja sama ini semakin istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korsel, yang menegaskan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan bilateral,” ungkapnya.

Menurut Soo-deok, kedua negara saat ini sedang berupaya meningkatkan kerja sama dari kerangka 'Special Strategic Partnership’ menuju ‘Special Comprehensive Strategic Partnership’ yang lebih mendalam dan menyeluruh. 

Peningkatan kerangka kerja sama ini mencakup berbagai bidang seperti ekonomi, keuangan, industri, digital, serta pertukaran sumber daya manusia.

Layanan ini diharapkan dapat mendorong perluasan pertukaran di sektor pariwisata, e-commerce, UMKM, dan berbagai sektor lainnya.

"Kedutaan Besar Republik Korea akan terus memberikan dukungan penuh terhadap inovasi dan kerja sama keuangan digital antara kedua negara, serta menjadi jembatan penghubung antara sektor swasta dan Pemerintah," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.