Dark/Light Mode

Mampu Produksi 14,8 Juta Ton Per Tahun

RI Kokoh Hadapi Tekanan Rantai Pasok Pupuk Dunia

Senin, 13 April 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen menjaga pasokan domestik sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mendukung keseimbangan pasokan pupuk global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan komitmen perseroan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. 

“Momentum saat ini menjadi semakin relevan (meningkatkan produksi pupuk) seiring meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok pupuk dunia. Termasuk akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng) yang mempengaruhi jalur distribusi global,” kata Rahmad di Jakarta, Selasa (7/4/2026). 

Ketahanan pasokan tersebut didukung oleh kapasitas produksi Pupuk Indonesia yang mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton. 

Baca juga : Bukukan Rp 184 T, Belanja Nasional Lampaui Target

“Dengan basis produksi yang kuat dan didukung oleh sumber daya domestik, Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan rantai pasok global,” ujar Rahmad. 

Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14, Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa transformasi yang tengah dijalankan perusahaan mencakup pembenahan menyeluruh. Mulai dari kebijakan subsidi, tata kelola distribusi, hingga penguatan struktur pembiayaan. 

Apalagi, menurut Rahmad, perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi market-based mechanism atau Marked-to-Market (MtM), serta dukungan pembayaran subsidi sebagian di muka, membuat perseroan memiliki fleksibilitas finansial. 

“Hal ini memungkinkan perusahaan menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku dan mempercepat program revitalisasi industri,” katanya. 

Baca juga : Pram Dukung Basmi Ikan Lapis Baja Asal Amerika

Dia juga menegaskan, revitalisasi menjadi kunci untuk memastikan industri pupuk nasional tetap andal dan berdaya saing. 

Dalam lima tahun ke depan, Pupuk Indonesia menargetkan pembangunan dan revitalisasi tujuh pabrik sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan efisiensi produksi. 

Transformasi tersebut juga memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian. Penyaluran pupuk bersubsidi berhasil dilakukan tepat waktu sejak 1 Januari selama dua tahun berturut-turut. Disertai penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada 2025. 

Hal ini turut mendorong peningkatan penyerapan pupuk subsidi sebesar 31 persen pada kuartal I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca juga : Arsenal Loyo, Disoraki Suporter

Rahmat menegaskan, transformasi yang dijalankan tidak hanya untuk memperkuat kinerja perusahaan. Tetapi untuk memastikan peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.