Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mandiri Institute: Kelompok Menengah Jadi Penggerak Utama Konsumsi Saat Ramadan-Lebaran
Kamis, 16 April 2026 14:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui Mandiri Institute mencatat aktivitas konsumsi masyarakat tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global, tercermin dari peningkatan belanja selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, tingkat konsumsi pada periode tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya.
Mandiri mencatat, Mandiri Spending Index (MSI) tumbuh 2,9 persen dibandingkan periode pra-Ramadan, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen.
“Hal ini mencerminkan peningkatan aktivitas belanja masyarakat yang lebih solid sepanjang Ramadan hingga Lebaran tahun ini,” katanya dalam laporan Mandiri Institute yang dirilis, Kamis (16/4/2026).
Penguatan konsumsi terutama ditopang oleh kelompok menengah yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,1 persen, lebih tinggi dari kelompok bawah (2,1 persen) dan atas (2,6 persen).
Baca juga : Survei Indikator: Pemudik Puas Dengan Rekayasa Lalin & Posko Polri Saat Lebaran
“Data ini menegaskan peran strategis kelompok menengah dalam menjaga momentum konsumsi domestik,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Asmo ini mengatakan, pertumbuhan belanja kelompok menengah tercatat 1,4 hingga 2 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.
Kondisi ini menunjukkan kontribusi signifikan kelas menengah sebagai penggerak utama konsumsi, khususnya pada periode pencairan tunjangan hari raya (THR).
“Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja, khususnya pada periode THR, sehingga berkontribusi besar terhadap penguatan konsumsi secara keseluruhan,” ujarnya.
Jika dilihat berdasarkan usia, konsumsi utamanya didorong oleh kelompok generasi muda. Mandiri Institute mencatat, tingkat konsumsi generasi Gen Z tumbuh 4,4 persen, lebih tinggi dibandingkan kelompok usia Milenial (3 persen) dan Gen X (1,4 persen).
Baca juga : Perpusnas Jadikan RELIMA Penggerak Utama dan Fondasi Martabat Bangsa
Dari sisi jenis belanja, pertumbuhan belanja didominasi oleh sektor non-esensial seperti fashion (6,4 persen), beauty care (4,9 persen), dan elektronik (4,7 persen).
Hal ini berbeda dengan periode Ramadan-Lebaran 2025, dimana kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu belanja dengan pertumbuhan tertinggi.
“Kenaikan pada kategori ini mencerminkan peningkatan kepercayaan diri masyarakat dalam melakukan konsumsi diskresioner selama periode Ramadan-Lebaran 2026,” ucapnya.
Asmo menyampaikan, secara keseluruhan, penguatan konsumsi domestik menegaskan peran permintaan dalam negeri sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari efektivitas kebijakan pemerintah serta sinergi terintegrasi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat.
Baca juga : Dave Laksono Apresiasi Kemkomdigi Jaga Konektivitas Saat Ramadan-Lebaran
“Termasuk melalui mekanisme distribusi THR yang berjalan lancar dan tepat waktu pada tahun ini,” katanya.
Ke depan, Tim Ekonom Bank Mandiri memandang momentum ini sebagai fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pertumbuhan konsumsi domestik.
“Dengan dukungan kebijakan fiskal yang terukur dan penguatan ekosistem pembayaran digital, daya beli masyarakat khususnya kelompok menengah, diproyeksi akan tetap terjaga sebagai penggerak utama perekonomian nasional di tengah fluktuasi ekonomi global,” pungkas Asmo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya