Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Infrastruktur Jadi Motor Ekonomi, Prof Didik Soroti Peran Swasta
Rabu, 22 April 2026 10:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J. Rachbini menekankan pentingnya optimalisasi pembangunan infrastruktur sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk melalui peran investasi swasta dan penguatan ekosistem kebijakan.
Dalam diskusi publik yang diselenggarakan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Selasa (22/4/2026), ia menyampaikan, kebutuhan pendanaan infrastruktur nasional yang mencapai sekitar Rp 6.000 triliun tidak dapat ditopang hanya oleh kapasitas lembaga pembiayaan pemerintah.
“Peran PT SMI secara langsung terbatas karena asetnya sekitar Rp 120 triliun. Karena itu, perannya harus diperkuat melalui fungsi tidak langsung, seperti membangun jejaring dengan sektor swasta dan menarik investasi,” ujar Didik dalam keterangannya.
Ia menilai kedekatan PT SMI dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia perlu dimanfaatkan untuk mendorong partisipasi swasta domestik maupun investasi asing, termasuk melalui kolaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Baca juga : Infrastruktur EV di Ibu Kota Makin Lengkap, Pemprov DKI Jakarta Apresiasi PLN
Didik juga menyoroti masih tingginya biaya logistik Indonesia yang mencapai 14,3 persen dari produk domestik bruto (PDB), serta peringkat Logistics Performance Index (LPI) yang berada di posisi 61 dunia. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan inefisiensi ekosistem ekonomi yang perlu segera dibenahi.
“Pemerintah perlu mendorong kebijakan ‘go to countryside’ untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, serta antara Jawa dan luar Jawa,” katanya.
Dalam upaya mendorong investasi, ia mengusulkan penguatan sektor infrastruktur digital sebagai pendorong utama (driver) pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, digitalisasi memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang tinggi dan tidak terlalu bergantung pada pembiayaan pemerintah.
“Setiap peningkatan 10 persen penetrasi broadband dapat mendorong pertumbuhan PDB hingga 1,38 poin persentase di negara berkembang. Artinya, digital bukan hanya enabler, tetapi juga driver langsung produktivitas ekonomi,” ujarnya.
Baca juga : Pakar: Danantara Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi, Aset Dikelola Optimal
Ia menambahkan, peningkatan kualitas jaringan mobile broadband dan ekspansi kapasitas pusat data (data center) juga berkontribusi terhadap produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan perdagangan jasa digital.
Selain itu, Didik mendorong pemerintah menetapkan prioritas pembangunan pada tiga sektor utama, yakni energi terbarukan, transportasi massal, serta pelabuhan dan tol laut.
Menurut dia, ketiga sektor tersebut memiliki keterkaitan ke belakang dan ke depan (backward and forward linkages) yang kuat serta berdampak signifikan terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
“Infrastruktur energi mendukung keandalan industri, transportasi massal menekan biaya kemacetan dan meningkatkan mobilitas tenaga kerja, sementara pelabuhan dan tol laut akan memperkuat efisiensi logistik serta daya saing ekspor,” katanya.
Baca juga : ASBANDA Dorong BPD Bertransformasi Jadi Motor Ekonomi Daerah
Ia menilai pembangunan pelabuhan dan tol laut menjadi krusial bagi Indonesia sebagai negara maritim, terutama untuk mempercepat integrasi dalam rantai pasok global yang dinilai belum optimal dalam satu dekade terakhir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya