Dark/Light Mode

Daya Beli & Fiskal Terjaga, Menko Airlangga: Ekonomi Kuartal I Minimal 5,5%

Kamis, 23 April 2026 11:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam konferensi pers realisasi investasi Triwulan I 2026, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Dok. YT/BKPM
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam konferensi pers realisasi investasi Triwulan I 2026, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Dok. YT/BKPM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memberi sinyal positif terhadap kinerja ekonomi awal tahun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 bisa mencapai minimal 5,5 persen.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam konferensi pers realisasi investasi triwulan I 2026, Kamis (23/4/2026). Meski angka resmi masih menunggu rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah sudah membaca arah pertumbuhan yang cukup kuat.

“Kami memprediksi pertumbuhan di kuartal I secara fundamental relatif baik. Angkanya, kalau tidak ada perubahan, minimal 5,5 persen,” ujar Airlangga.

Baca juga : Bersinar Di Tengah Peperangan, Ekonomi RI Tahan Banting Dan Diperhitungkan Dunia

Menurut dia, pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga. Momentum Ramadan dan Idulfitri ikut mendongkrak daya beli masyarakat, terutama melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).

Selain itu, akselerasi belanja pemerintah dan berbagai stimulus ekonomi juga memberi dorongan signifikan. Total stimulus yang digelontorkan mencapai sekitar Rp809 triliun.

Airlangga menilai, capaian ini penting sebagai fondasi memasuki kuartal berikutnya. Pemerintah kini bersiap menjaga momentum pertumbuhan agar tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Baca juga : Sinergi Fiskal & Moneter Kuat, Ekonomi RI Dipuji IMF

Memasuki triwulan II, pemerintah akan kembali mengandalkan sejumlah instrumen. Di antaranya pembayaran gaji ke-13 pada Juni serta keberlanjutan program perlindungan sosial.

Di sisi lain, stabilitas ekonomi juga didukung kebijakan moneter. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Sektor manufaktur pun masih berada di zona ekspansi dan dinilai tetap kompetitif di kawasan.

Airlangga menegaskan, optimisme tersebut tetap disertai kewaspadaan. Sebab, dinamika global, termasuk fluktuasi harga energi, masih menjadi faktor yang harus diantisipasi.

Baca juga : Bertemu Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan Hingga Ekonomi Kreatif

“Tentu kita tetap melihat situasi global. Tetapi fundamental ekonomi kita cukup kuat untuk menjaga pertumbuhan,” katanya.

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berada di kisaran minimal 5,4 persen. Dengan sinyal kuat dari awal tahun, target tersebut dinilai masih berada di jalur yang tepat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.