Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hasil RUPS Tahunan
Ekspansi Kredit, BTN Tak Salurkan Dividen
Sabtu, 25 April 2026 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memutuskan tidak menyalurkan dividen. Laba bersih 2025 yang berhasil diraih bank pelat merah tersebut sebesar Rp 3,5 triliun akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit.
Informasi itu disampaikan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. Menurutnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 memutuskan dividend payout ratio sebesar nol persen.
“Hal ini diputuskan dengan pertimbangan untuk mendukung ekspansi kredit yang melebihi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sehingga laba digunakan sebagai penguatan permodalan pada 2026,” ujar Nixon di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Nixon menjelaskan, keputusan tersebut dilatarbelakangi rencana pengambilalihan portofolio kredit senilai Rp 15,43 triliun. Langkah ini telah diproses dalam jangka waktu cukup panjang.
Baca juga : Bahasa Prancis Jadi ‘Paspor’ Baru Anak Muda Indonesia
Portofolio tersebut mencakup kredit produktif maupun konsumtif, dengan nilai transaksi yang melebihi 20 persen dari ekuitas perseroan, sehingga memerlukan penguatan permodalan.
Nixon bilang, perseroan sebelumnya juga telah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk penerbitan surat utang. Namun hal itu dinilai kurang efisien.
“Kami sempat rencanakan untuk menerbitkan sub-debt atau additional tier 1 capital. Tapi waktunya tidak memungkinkan, dan kalau pakai itu, ada beban bunga,” jelasnya.
Ditegaskan Nixon, keputusan tidak membagikan dividen diambil untuk menjaga efisiensi, sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi. Dan telah mendapat persetujuan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), selaku pengendali.
Baca juga : Please, Stop Budaya Asal Atasan Senang
Sejalan dengan hal tersebut, BTN menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan pada 2026 dapat tumbuh di kisaran 8 persen-10 persen.
“Dengan tetap berfokus pada segmen perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi, serta penguatan ekosistem pembiayaan perumahan,” katanya.
Nixon melanjutkan, terkait dengan ekspansi kredit, RUPST juga menyetujui pemberian kewenangan kepada dewan komisaris perseroan, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku, untuk menyetujui rencana pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga.
Nixon menilai, akuisisi portofolio kredit memiliki profil imbal hasil dan kualitas aset yang lebih baik dibandingkan portofolio existing perseroan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan.
Baca juga : Tara Basro, Capek Nggak Jadi Diri Sendiri
Transaksi ini diproyeksikan dapat memperbaiki kualitas aset, sekaligus meningkatkan kinerja keuangan BTN.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya