Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan bahan bakar avtur untuk mendukung kelancaran pemberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perseroan melalui subholding downstream, PT Pertamina Patra Niaga, telah menyiagakan sarana dan prasarana aviasi di seluruh titik embarkasi.
“Pertamina memastikan seluruh infrastruktur aviasi dalam kondisi siap operasi dengan dukungan sistem distribusi yang andal untuk kelancaran penerbangan haji,” kata Baron dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Baca juga : Kemenperin Kembangkan Kemasan Aseptik Untuk Industri Mamin
Pertamina menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi avtur di 14 bandara embarkasi haji di Indonesia dengan dukungan sistem logistik energi terintegrasi serta pemantauan operasional secara berkelanjutan.
Sejumlah bandara utama yang dilayani antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, serta Yogyakarta International Airport.
Ia menyebutkan kebutuhan avtur selama periode haji 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 80.000 kiloliter seiring meningkatnya aktivitas penerbangan.
Baca juga : Cermati Luncurkan Fitur Cetak Emas Fisik Untuk Nasabah
Menurut Baron, kesiapan tersebut dilakukan melalui perencanaan menyeluruh, mulai dari pengelolaan pasokan, kesiapan infrastruktur, hingga optimalisasi distribusi di seluruh titik layanan.
Selain itu, Pertamina juga memperkuat ketahanan energi melalui optimalisasi produksi dalam negeri dan pengelolaan logistik yang terintegrasi.
Dalam mendukung transisi energi, Pertamina mengembangkan sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur berbasis minyak jelantah (used cooking oil/UCO) guna menekan emisi sektor penerbangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor.
Baca juga : Program Revitalisasi Sekolah Jadikan SMAN 1 Jepon Kembali Nyaman Untuk Belajar
Pertamina juga menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya