Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Berdayakan Komunitas Ibu-ibu Perajin Ecoprint Di Cilacap
Rabu, 29 April 2026 09:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap menegaskan komitmennya dalam program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang telah berjalan sejak 2019 adalah pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga melalui usaha Kiye Ecoprint, yang kini telah berhasil menghasilkan omzet tahunan ratusan juta rupiah dan membuka jalan bagi produk lokal ke pasar internasional.
Pemberdayaan Kiye Ecoprint ini merupakan salah satu dari beberapa program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina di Cilacap yang berfokus pada sektor terbarukan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui inisiatif ini, Pertamina berupaya menciptakan dampak ekonomi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kilang.
Di mulai saat pandemi Covid-19 melanda, Kasiatun, seorang ibu rumah tangga di Cilacap, bersama para ibu lain yang suaminya terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merintis usaha ecoprint.
Ketika banyak suami yang dirumahkan, para perempuan di lingkungan Kasiatun mencari cara untuk tetap produktif dan menopang ekonomi keluarga.
“Awalnya eksperimen kecil-kecilan menggunakan bahan-bahan alami, lahirlah Ecoprint. Siapa sangka, ternyata diminati banyak orang,” ujarnya saat ditemui Rakyat Merdeka/RM.id dalam kunjungan bersama Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Baca juga : Komunikasi Pemerintah Disetel Semakin Agresif
Ecoprint adalah seni pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami dari tumbuhan. Seperti daun, bunga, dan akar. Prosesnya membutuhkan ketelitian tinggi. Mulai dari pemilihan bahan, perlakuan pada kain, hingga proses pewarnaan dan pencetakan motif.
Tak heran jika produk Ecoprint memiliki harga yang sedikit lebih tinggi, karena setiap helai kain adalah sebuah karya seni unik yang sarat dengan nilai estetika dan proses manual.
Kini, Kiye Ecoprint tidak hanya menghasilkan kain, tetapi juga berbagai produk turunan yang inovatif. Mulai dari sepatu, tas, hingga tumbler, semuanya dihiasi motif-motif alami.
Rentang harganya bervariasi, mulai dari Rp 75 ribu untuk tumbler hingga lebih dari Rp 1 juta untuk produk berbahan sutra.
Kiye memproduksi 10-12 lembar per hari dalam empat kali produksi seminggu, yang dilakukan oleh 12 orang ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok usaha Kiye Ecoprint.
Keberhasilan Kiye Ecoprint tak lepas dari dukungan Pertamina, khususnya Refinery Unit (RU) IV Cilacap dan Patra Niaga.
Pertamina tidak hanya membantu dalam hal promosi, tetapi juga kerap menjadikan produk ecoprint sebagai cinderamata.
Baca juga : Qodari Resmi Pimpin Bakom, Komunikasi Pemerintah Disetel Lebih Agresif
Hal ini membuat Ecoprint Kiye Tegalreja semakin dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Turki, meskipun belum secara resmi melalui jalur ekspor.
"Dukungan Pertamina luar biasa. Mereka membantu kami mempromosikan, bahkan setiap tamu yang hadir itu dioleh-olehin ecoprint," ujarnya.
Kiye Ecoprint mampu mengantongi omzet hingga Rp 50 juta per bulan. Namun saat ini, omzet menurun. Dia berharap, Kiye Ecoprint dapat terus berkembang berkat dukungan Pertamina.
“Dan yang terpenting, saya punya mimpi agar ecoprint Indonesia bisa mendunia, sejajar dengan batik,” harapnya.
Di kesempatan yang sama, Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Agustiawan mengatakan, dalam membantu ibu-ibu di kawasan Cilacap, Pertamina memberikan pelatihan pembuatan Ecoprint, membangun fasilitas workshop, serta menyediakan peralatan menjahit dan pendukung lainnya.
Selain itu, perusahaan juga aktif membantu para perajin untuk mempromosikan produk mereka ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk keikutsertaan dalam trade expo Indonesia dan dukungan untuk ekspor.
"Perusahaan mendukung masyarakat ini untuk bagaimana mampu mengekspor produk-produknya ke level yang lebih tinggi lagi," katanya.
Baca juga : Amerika Kerahkan Kapal Perang, Timteng Membara
Agustiawan menyebut, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dari 20 orang yang terlibat di awal, kini terdapat delapan orang yang masih aktif dalam kelompok inti, sementara sisanya telah berhasil membangun usaha ecoprint mandiri di rumah masing-masing.
”Rata-rata omzet per tahun dari kelompok ini tercatat mencapai Rp 540 juta, sebuah pencapaian yang dinilai mengagumkan dari program pemberdayaan,” ucapnya.
Agustiawan menambahkan, keberhasilan program ecoprint ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus memperluas jangkauan pemberdayaan. Untuk tahun ini, Pertamina tengah mempersiapkan program pemberdayaan baru yang akan menyasar kelompok disabilitas.
“Penjajakan dan diskusi dengan kelompok disabilitas terkait telah dilakukan, dan program ini diharapkan dapat segera dilaksanakan,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya