Dark/Light Mode

Peneliti BRIN Sepakat Komunikasi Istana Semakin Membaik Dan Responsif

Minggu, 12 April 2026 18:07 WIB
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati. Foto: BRIN
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati. Foto: BRIN

RM.id  Rakyat Merdeka - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, menilai komunikasi Istana saat ini semakin responsif terhadap isu-isu aktual.

Penilaian tersebut memperkuat pandangan analis komunikasi politik, Hendri Satrio, yang sebelumnya menyebut adanya perbaikan meski gaya penyampaian masih terkesan spontan.

“Saya pikir komunikasi Istana memang sudah responsif dengan isu-isu aktual,” ujar Wasisto, menanggapi pernyataan Hendri Satrio, dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Meski demikian, Wasisto mendorong agar Badan Komunikasi (Bakom) lebih aktif dan berada di garda terdepan dalam menyampaikan pandangan pemerintah kepada publik.

Baca juga : BRINS Sediakan Layanan Siaga Mudik Lebaran 2026

Menurutnya, peran tersebut penting agar pesan yang disampaikan sesuai dengan fungsi utama lembaga komunikasi.

“Ada baiknya peran Bakom lebih aktif dan terdepan dalam menyampaikan pandangan pemerintah ke publik, karena lembaga ini memang memiliki tugas utama di bidang komunikasi,” jelasnya.

Wasisto menambahkan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memang turut berperan dalam komunikasi publik. Namun, keduanya dinilai lebih banyak disibukkan oleh urusan administrasi negara.

Karena itu, dia mengusulkan agar Bakom dapat mengisi ruang komunikasi publik ketika Seskab dan Mensesneg tengah fokus pada tugas administratif.

Baca juga : Iran Diserang, KBRI Teheran Terus Perkuat Komunikasi dengan WNI

“Peran Seskab dan Mensesneg lebih banyak di urusan administrasi negara yang menyita perhatian. Karena itu, Bakom perlu dimunculkan agar perannya di ruang publik lebih terlihat,” ujarnya.

Sebelumnya, Hendri Satrio—yang akrab disapa Hensa—menyebut terdapat perbaikan signifikan dalam pola komunikasi politik di lingkungan Istana, terutama seiring meningkatnya peran Seskab Teddy dalam merespons isu yang berkembang.

“Saya melihat ada perbaikan yang sangat signifikan dari pola komunikasi politik di lingkungan Istana, terutama saat Seskab Teddy makin aktif,” kata Hensa kepada wartawan.

Menurutnya, perbaikan tersebut bukan terletak pada frekuensi komunikasi, melainkan pada kualitas pesan yang disampaikan.

Baca juga : ASMINDO Perkuat Kemitraan Kayu AS, Yakin Naikkan Ekspor Furnitur

“Yang menarik, perbaikannya bukan karena Istana jadi lebih banyak bicara, tetapi karena pesan yang disampaikan lebih tepat, singkat, dan langsung ke pokok persoalan,” tuturnya.

Hensa juga menyoroti perubahan gaya komunikasi Istana yang kini cenderung lebih solutif dibanding sebelumnya yang defensif.

Ia menilai konsistensi menjadi kunci agar perbaikan tersebut dapat terus berlanjut. “Kalau pola ini dijaga, publik bisa melihat adanya kematangan baru dalam cara Istana mengelola komunikasi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.