Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Qodari Resmi Pimpin Bakom, Komunikasi Pemerintah Disetel Lebih Agresif
Selasa, 28 April 2026 13:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan strategi komunikasi pemerintah akan disetel lebih agresif dan proaktif. Hal tersebut disampaikan Qodari dalam acara serah terima jabatan Kepala Bakom dari Angga Raka Prabowo di kantor Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Acara serah terima jabatan tersebut dihadiri jajaran pegawai Bakom. Mulai dari deputi hingga tenaga profesional. Qodari tampak mengenakan setelan jas warna hitam sementara Angga Raka Prabowo mengenakan batik bercorak cokelat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama, kemudian sambutan dari pejabat lama dan pejabat baru. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada Qodari.
Dalam pidatonya, Qodari menyampaikan dirinya baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat komunikasi pemerintahan sesuai Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2025. Ia menegaskan, tugas Badan Komunikasi Pemerintah adalah mendukung Presiden dalam orkestrasi komunikasi kebijakan dan program strategis.
Qodari kemudian menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Angga Raka Prabowo atas dedikasi serta kontribusi dalam membangun organisasi Bakom. "Terima kasih, Pak Angga. Sudah melakukan transisi, membangun organisasi, merekrut personalia, dan menyiapkan anggaran,” ujar Qodari.
Qodari berharap, ke depan Bakom dapat lebih proaktif, bahkan agresif, dalam mengomunikasikan kebijakan pemerintah. "Kenapa harus agresif? Karena program Presiden ini banyak sekali dan membawa paradigma baru, sehingga harus dijelaskan secara sangat intensif,” katanya.
Baca juga : Dilantik Jadi Kepala Bakom, Qodari Siap Perkuat Komunikasi Pemerintah
Qodari juga menyinggung penilaian pengamat yang menyebut komunikasi pemerintah cenderung menyerang, seiring peran Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi.
“Saya sempat membaca dan menonton ada yang bilang Presiden mau ngajak perang karena yang dipilih Qodari dan Mas Hasan Nasbi, katanya dua-duanya tipe penyerang. Saya jawab, memang maunya kita diserang terus, kita diam saja?” seloroh Qodari, sambil terkekeh.
Menurut Qodari, lanskap informasi saat ini sudah berubah drastis. Kata dia, arus informasi yang ada saat ini sangat berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Informasi tidak hanya lewat media massa resmi, tetapi juga melalui media sosial yang bergerak sangat cepat. "Berita dan informasi jaraknya hanya di ujung jempol," kata Qodari, sambil mengangkat ujung jarinya.
Dalam situasi tersebut, kata dia, pendekatan komunikasi harus menyesuaikan. "Karena informasi itu, kalau kita diam, dia akan datang sendiri tanpa kendali,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan perspektif yang seimbang di ruang publik. “Saya sering bilang, sekarang ini eranya your words against my words,” ucapnya.
Qodari menyatakan optimistis publik akan menilai secara rasional. Apalagi bila informasi itu didukung data, teori, dan argumentasi yang kuat.
Baca juga : Peneliti BRIN Sepakat Komunikasi Istana Semakin Membaik Dan Responsif
"Dengan cara seperti itu, kita bisa memberikan keyakinan, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam komunikasi ke dalam dan ke luar,” ujarnya.
“Saya percaya, dengan niat baik Presiden, dengan program-program yang dijalankan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat, mayoritas publik akan mendukung. Publik punya rasionalitasnya sendiri,” katanya.
Ke depan, Qodari akan mengevaluasi program yang sudah berjalan dan memperkuat sistem kerja internal. Terakhir, Qodari kembali menyampaikan apresiasi kepada Angga Raka Prabowo serta meminta dukungan seluruh jajaran.
“Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Angga Raka Prabowo atas fondasi yang telah dibangun. Ia juga mohon kerja sama dari seluruh jajaran deputi dan tenaga profesional.
“Mari kita bekerja agar seluruh program Presiden dapat tersampaikan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Kepala Bakom Pemerintah Muhammad Qodari memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan di kantor Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: BCG/Rakyat Merdeka.
Sementara itu, Angga Raka Prabowo dalam sambutan perpisahannya menyampaikan rasa bangga atas kerja kolektif seluruh jajaran selama masa kepemimpinannya. Dalam kesempatan itu, Angga juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjabat belum maksimal mendampingi seluruh jajaran.
Baca juga : Dewi Yustisiana Dukung Langkah Pemerintah Diversifikasi Impor Energi
Ia mengakui tidak selalu bisa hadir secara langsung di tengah tim. Namun, ia mengikuti perkembangan kerja di lapangan dan menilai kinerja yang dilakukan menunjukkan hasil.
Angga menyebut, apresiasi dari kementerian dan lembaga menjadi bukti bahwa upaya yang dilakukan selama ini tidak sia-sia, meski masih ada hal yang perlu disempurnakan. Ia juga menegaskan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari kesinambungan kerja organisasi.
“Perjuangan tidak berhenti. Kita harus teruskan,” katanya.
Angga mengajak seluruh jajaran memberikan dukungan penuh kepada Kepala Bakom yang baru, Muhammad Qodari.
“Tugas ke depan tidak mudah. Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Qodari akan lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap soliditas yang telah terbangun dapat terus dijaga untuk mendukung komunikasi kebijakan pemerintah ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya