Dark/Light Mode

MDIA Tegaskan Kinerja ANTV Menguat di Tengah Suspensi Saham

Selasa, 28 April 2026 14:35 WIB
Foto: MDIA.
Foto: MDIA.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Intermedia Capital Tbk. (IDX: MDIA) menyampaikan kondisi terkini perseroan melalui Public Expose Insidentil yang digelar pada Selasa (28/4/2026), atas permintaan Bursa Efek Indonesia.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas penghentian sementara (suspensi cooling down) perdagangan saham perseroan pada 23 April 2026.

Dalam paparannya, manajemen menegaskan bahwa suspensi tersebut merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar guna menjaga perdagangan saham tetap teratur, wajar, dan efisien.

Langkah ini diambil menyusul peningkatan harga saham MDIA yang signifikan dalam waktu singkat.

Pada April 2026, saham MDIA sempat mencapai Rp 156 per saham sebelum ditutup pada Rp 144 pada 22 April 2026.

Baca juga : Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Bahlil: Nanti Kita Lihat Saja

Perseroan menilai pergerakan ini mencerminkan meningkatnya perhatian pasar terhadap prospek bisnis dan strategi yang dijalankan.

Perseroan juga menekankan bahwa dinamika harga saham di pasar modal dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, termasuk sentimen pasar, kondisi makroekonomi, serta persepsi investor terhadap industri.

Selain itu, manajemen memastikan tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham.

Seluruh kewajiban keterbukaan informasi telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perseroan berkomitmen untuk terus menjaga transparansi, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan guna memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama ANTV, Ahmad R. Widarmana, yang akrab disapa Ari Ahmad. I

Baca juga : Wali Kota Tangerang Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

a juga mengimbau para investor agar selalu mengacu pada informasi resmi dalam mengambil keputusan investasi dan menghindari spekulasi yang tidak berdasar.

Kinerja ANTV Menguat

Dari sisi operasional, perseroan mencatat penguatan berkelanjutan melalui kinerja unit usaha utamanya, ANTV. Stasiun televisi ini mencatat peningkatan signifikan pada pangsa pemirsa (TV share) yang menempatkannya dalam jajaran stasiun televisi nasional dengan performa kompetitif.

Pada April 2026, TV share ANTV mencapai 7,2 persen, meningkat dari rata-rata 4,9 persen pada kuartal IV 2025. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi konten dalam merespons dinamika preferensi pemirsa.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi konten yang terarah, khususnya pada segmen female-oriented audience yang memiliki peran penting dalam keputusan konsumsi rumah tangga serta menjadi target utama pengiklan fast moving consumer goods (FMCG).

Secara nasional, ANTV hadir di 18 provinsi dan memperkuat posisinya sebagai kanal unggulan di berbagai wilayah.

Baca juga : Barcelona Dekati Juara, Atletico Bangkit di Tengah Sengitnya La Liga

Di pasar non-Jawa, ANTV menempati peringkat kedua dengan pangsa pemirsa sebesar 10,5 persen.

ANTV juga tercatat sebagai market leader di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan TV share mencapai 15,9 persen, serta di Sumatera bagian selatan sebesar 11,0 persen.

Selain itu, ANTV konsisten berada di posisi tiga besar di hampir seluruh wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Capaian ini menegaskan bahwa ANTV tidak hanya memiliki jangkauan nasional, tetapi juga menjadi kekuatan dominan dan pilihan utama masyarakat di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.

Manajemen MDIA optimistis penguatan strategi konten, perluasan jangkauan pemirsa, serta konsistensi dalam menjaga kualitas operasional akan menjadi pilar utama pertumbuhan perseroan ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.