Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Chandra Asri Cabut Force Majeure, Pasokan Industri Kembali Normal
Selasa, 5 Mei 2026 20:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Chandra Asri Pacific Tbk menyatakan telah mencabut status force majeure terkait pasokan polymer dan monomer seiring kondisi operasional yang semakin stabil.
Perseroan menyebutkan langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan pasar domestik di tengah tantangan rantai pasok global.
Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menjalankan berbagai strategi untuk menjaga kesinambungan produksi, antara lain dengan mengamankan sumber bahan baku alternatif dari pasar internasional, mengoptimalkan fasilitas kilang di Singapura, serta memperluas pengadaan hingga Amerika Serikat (AS).
Baca juga : Pasokan Air Hotel Jemaah Di Makkah Kembali Normal
Meski menghadapi tantangan logistik dan biaya yang lebih tinggi, perusahaan tetap memprioritaskan kebutuhan domestik. Pengiriman bahan baku dari AS memerlukan waktu sekitar 50–70 hari, lebih lama dibandingkan pasokan dari Timur Tengah yang berkisar 15–20 hari. Selain itu, harga naphta dari AS juga lebih tinggi sekitar 150–200 dolar AS per metrik ton dibandingkan pasokan dari Timur Tengah.
Dalam meningkatkan keandalan pasokan, produksi ethylene dari fasilitas olefin cracker kini diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant. Kebijakan ini ditujukan untuk mengoptimalkan produksi polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), yang menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor seperti kemasan, otomotif, konstruksi, logistik, kesehatan, dan barang konsumsi.
Perusahaan juga memperkuat kesinambungan pasokan melalui dukungan monomer dan ethylene dari fasilitas grup di Singapura. Sinergi tersebut dinilai mencerminkan keunggulan model bisnis terintegrasi dalam menjaga ketahanan rantai pasok serta meningkatkan fleksibilitas operasional.
Baca juga : Bambang Patijaya Apresiasi Hilirisasi Tahap II, Perkuat Industrialisasi Nasional
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group Suryandi mengatakan pencabutan status force majeure menjadi langkah penting dalam memastikan keandalan pasokan bagi industri nasional.
“Prioritas kami adalah memastikan industri domestik tetap memperoleh bahan baku yang dibutuhkan. Kami terus mengambil langkah strategis agar dapat menghadirkan pasokan yang andal dan mendukung pertumbuhan industri nasional,” ujarnya.
Chandra Asri juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, mitra usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan atas dukungan selama periode penuh tantangan. Perseroan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan pelayanan guna mendukung pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan.
Baca juga : Madura United Vs Semen Padang, Misi Keluar dari Zona Merah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya