Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
QatarEnergy Umumkan Kondisi Force Majeure Terhadap Kontrak LNG
RM.id Rakyat Merdeka - QatarEnergy telah menyatakan keadaan force majeure terhadap beberapa kontrak pasokan gas alam cair (LNG) jangka panjang dengan pihak-pihak terkait termasuk Italia, Belgia, Korea Selatan, dan China, Selasa (24/3/2026). Langkah ini terjadi di tengah gangguan produksi terkait perang Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran, yang telah mempengaruhi negara Teluk tersebut.
Pasar energi global telah terguncang sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026, dan Iran melakukan serangan balasan. Serangan rudal dan drone Iran di seluruh Timur Tengah, terutama di wilayah Teluk, menargetkan fasilitas minyak dan gas. Ini memicu kecaman internasional.
Baca juga : QatarEnergy Stop Produksi LNG, Pasokan Asia dan Eropa Terancam
Penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi pasokan energi dunia, juga telah memicu kekhawatiran yang meningkat seiring melonjaknya harga energi.
Pekan lalu, CEO QatarEnergy Saad al-Kaabi mengatakan, serangan Iran terhadap fasilitas gas Ras Laffan di Qatar telah melenyapkan sekitar 17 persen kapasitas ekspor LNG negara itu, dan memunculkan kerugian pendapatan tahunan sekitar 20 miliar dolar AS dan mengancam pasokan ke Eropa dan Asia.
Baca juga : Menhaj Luncurkan “Beras Haji Nusantara”
Kepada Reuters, Saad al-Kaabi mengatakan, dua dari 14 unit LNG Qatar, yaitu peralatan yang digunakan untuk mencairkan gas alam, dan satu dari dua fasilitas gas to liquid mengalami kerusakan akibat serangan Iran.
"Perbaikan tersebut akan menghentikan produksi LNG sebesar 12,8 juta ton per tahun selama tiga hingga lima tahun," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.