Dark/Light Mode

PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang Cegah Abrasi Pesisir Lombok

Selasa, 12 Mei 2026 15:31 WIB
PLN EPI menanam 2.500 cemara udang di Pantai Induk Lombok untuk mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir NTB.
PLN EPI menanam 2.500 cemara udang di Pantai Induk Lombok untuk mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir NTB.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melalui kegiatan bertajuk MenEPI untuk Bumi 2026 dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati.

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas pesisir, dan masyarakat setempat sebagai upaya menjaga keberlanjutan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, kawasan Pantai Induk Lombok dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan operasional pasokan energi primer PLN EPI sekaligus menjadi wilayah pesisir yang menghadapi tekanan abrasi cukup besar.

“Sebagai perusahaan yang mengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi di wilayah pesisir juga dibarengi dengan perlindungan ekosistemnya,” kata Mamit.

Menurut dia, Jeranjang memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi primer nasional karena PLN EPI menjadi pemasok biomassa untuk PLTU Jeranjang.

Pembangkit tersebut menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik Pulau Lombok.

Baca juga : Telkom Tanam 10 Ribu Mangrove dan 2000 Terumbu Karang di Lombok

“Energi Primer yang kami hadirkan tidak boleh mengorbankan kehidupan alam namun tetap menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada. Karena itu kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab kami untuk mengembalikan manfaat kepada kawasan pesisir,” ujarnya.

Mamit menjelaskan, pohon cemara udang dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga garis pantai.

Akar tanaman tersebut mampu membantu menahan abrasi, meredam terpaan angin pesisir, serta memperkuat ketahanan kawasan pantai terhadap gelombang laut.

Camat Gerung Fitriati Wahyuni mengatakan, abrasi di kawasan Pantai Induk Lombok dalam beberapa tahun terakhir telah menggerus daratan hingga mendekati permukiman warga pesisir.

“Dulu pantai ini menjadi tujuan wisata utama masyarakat Gerung dan Lombok Barat. Namun akibat abrasi, kawasan ini perlahan mengalami penurunan aktivitas wisata,” katanya.

Ia menilai, program penanaman pohon dan pemulihan kawasan pesisir menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga : PLN EPI Raih Platinum CSR Awards 2026, Olah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

“Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Abdul Wahab mengatakan, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci menjaga kawasan pesisir di tengah tantangan abrasi dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang,” kata Abdul Wahab.

Ketua Pokdarwis Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Sahlandi turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PLN EPI di kawasan Pantai Induk Lombok.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya penanaman ini. Setidaknya bisa membantu mengurangi abrasi di Pantai Induk Lombok,” kata Sahlandi.

Ia berharap pemulihan kawasan pesisir dapat berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga : KWP Salurkan 2.000 Paket Sembako Hingga Pelosok Desa

“Harapan kami ke depan, Pantai Induk Lombok ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Program MenEPI untuk Bumi 2026 menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke seluruh lini operasional perusahaan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional energi primer nasional.

Melalui kolaborasi konservasi pesisir ini, PLN EPI menegaskan bahwa ketahanan energi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan karena menjaga bumi hari ini merupakan investasi untuk keberlanjutan energi dan kehidupan generasi mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.